Artikel Terbaru Subscribing this site

Akhir Perjuangan Team “Kuda Hitam” yang Membanggakan | Catatan Kompetisi Futsal RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2017


Jum’at, 17 November 2017 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo mengadakan Kompetisi Futsal. Gelaran kompetisi tersebut merupakan salah satu rangkaian dari Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 sekaligus HUT Korpri ke-46. Sebanyak 18 team yang terdiri dari berbagai unit kerja RSMS plus team koperasi (Sisehat) ikut ambil bagian. Acara berlangsung di Orion Futsal, mulai pukul 08.30 sampai selesai.
Jalannya Pertandingan

Sesuai jadwal yang ditentukan dalam Technical Meeting hari Rabu, 15 November 2017 team Sisehat memulai pertandingan pertamanya pukul 10.00 WIB. Berbeda dengan team lain yang rutin mengadakan latihan. Team Sisehat hanya mengandalkan team “dadakan” yang berasal dari karyawan unit siSehat dengan persyaratan sederhana, tidak sedang bekerja, masih muda dan pernah bermain futsal. Tidak heran jika Management si Sehat tidak mematok target tinggi dalam kompetisi tersebut, mengingat tahun sebelumnya team siSehat terkenal team “pulang gasik” alias selalu kalah di awal putaran.

siSehat vs Keuangan
Pertandingan perdana nampak meriah, supporter dua team nampak berjejer rapi di tepi lapangan sembari meneriakkan yel yel dukungan. Team siSehat yang mayoritas masih muda nampak bersemangat, apalagi bagi beberapa personal ini merupakan pertandingan pertamanya. Kedua team langsung menggebrak semenjak peluit ditiup, adu strategi dan saling menyerang mewarnai jalannya pertandingan. Perlahan siSehat mulai menekan, dan mulai menemukan ritme pertandingan. Dibabak pertama siSehat mampu menjebol gawang lawan 3x, skor 3-0 untuk team siSehat.
Diwarnai dengan pergantian pemain, babak kedua dimulai dengan penuh semangat. Team sisehat yang sudah unggul tidak mengendurkan tekanan. Team keuangan yang secara fisik sudah kepayahan akhirnya tidak berdaya melihat gawangnya dikoyak 2x oleh sisehat. Skor 5-0 berlangsung hingga pertandingan usai.
siSehat vs Farmasi
Lawan di pertandingan selanjutnya adalah Team Farmasi. Agak berbeda dengan pertandingan pertama, materi pemain lawan lebih berimbang, baik segi usia maupun kemampuan. Secara umum pertandingan berjalan berimbang. Kombinasi serangan, pertahanan solid dan sesekali benturan terjadi di lapangan. Cepatnya ritme pertandingan membuat para pemain harus full konsentrasi. Pertengahan babak pertama sedikit keterlambatan antisipasi serangan lawan harus dibayar mahal oleh team siSehat. Babak pertama berakhir 1-0 untuk team Farmasi.
Perubahan strategi dan pemain membuat team siSehat lebih optimis menghadapi babak kedua. Mengandalkan kecepatan, bola-bola pendek dan ketat mengantisipasi pergerakan lawan membuat lawan kesulitan. Bahkan di awal babak kedua team siSehat sukses menceploskan bola ke gawang lawan. Skor 1-1 mengembalikan percaya diri team siSehat, dan imbasnya sangat merugikan lawan. Diawali dengan rangkaian serangan cepat, team siSehat sukses membobol gawang lawan secara beruntun.  Hasilnya, team siSehat sukses mengakhiri perlawanan lawan dengan kor  3-2. siSehat pun melangkah ke semi final.
siSehat vs ICPH

Di semi final, lawan nan berat sudah menghadang. Sebagai juara bertahan, team ICPH tentu saja lebih diunggulkan. Namun sebagai team “kuda hitam” siSehat tidak gentar, apalagi dengan hadirnya CEO Persibas di area pertandingan  yang semakin menambah kepercayaan diri team.
Kerasnya pertandingan sudah terasa sejak awal pertandingan. Koordinasi serangan yang rapi, cepat, ditopang skill individu yang di atas rata-rata menjadi team ICPH menjadi lawan yang “beda” baik secara kualitas maupun secara kapasitas. Beruntung team siSehat mampu bertahan dengan baik. Mengandalkan kekompakan team, umpan pendek dan serangan balik, membuat team lawan kesulitan mennjebol gawang siSehat. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama.

Babak kedua tidak menjadi lebih mudah bagi team siSehat. Derasnya gelombang serangan menjadikan team siSehat kewalahan. Beruntung penjaga gawang team siSehat tampil prima, berbagai aksi penyelamatan heroic mampu menyelamatkan team siSehat dari kekalahan. Karena laga berakhir dengan skor 0-0, pemenang pertandingan ditentukan dalam adu penalti.
Minimnya waktu pelatihan dan persiapan nampaknya membuat team siSehat kurang melakukan antisipasi untuk duel tendangan penalti. Hasilnya bisa ditebak, team siSehat tidak berdaya dan harus mengakui kelihaian lawan. Adu penalty berakhir dengan skor 3-0 untuk team ICPH.
Sejatinya team siSehat harus melakoni satu pertandingan lagi, untuk memperebutkan posisi 3. Beruntung karena skor team siSehat berakhir 0-0, sementara calon lawan siSehat di pertandingan sebelumnya harus menelan kekalahan. Dan sesuai peraturan, team siSehat tidak perlu menjalani laga penentuan dan secara otomatis menduduki peringkat 3.
Duel final antara team ICPH dengan team Irna 1 yang berakhir 2-1 untuk kemenangan team Irna 1 menjadi penutup rangkaian kopetisi Futsa RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto.
Selamat bagi team pemenang : Team Irna 1 (Juara I), team ICPH (Juara II) dan team siSehat (Juara III).

Partisipasi SiSehat dalam Kegiatan Bakti Sosial 2017 Catatan Kegiatan Bakti Sosial 2017 di Desa Kebarongan, Kemranjen

Minggu, 29 Oktober 2017, siSehat ikut terlibat dalam Kegiatan Bakti Sosial 2017 yang diprakarsai mahasiswa Kedokteran Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Acara yang terkemas dalam salah satu agenda HMI Komisariat Ibnu sina tersebut berlangsung di desa Kebarongan, Kemranjen, Banyumas. Sekitar 100 masyarakat ikut serta dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Aldi Dwi mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah

membantu sehingga Bakti Sosial bisa terlaksana. Tidak lupa Aktivis mahasiswa yang juga sebagai
ketua panitia kegiatan melaporkan  beberapa kegiatan Bakti Sosial 2017.


Selain ketua panitia, perwakilan tokoh pemuda dan masyarakat juga memberikan apresiasi dan


mengharapkan kegiatan ini benar benar menjadi momentum bagus bagi masyarakat untuk memahami dan menerapkan perilaku hidup sehat.


Kegiatan Bakti Sosial 2017 yang bertema “Satu langkah Kecil dengan Kepedulian yang Besar”,  merupakan rangkaian kegiatan sosialmasyarakat yang  mencakup :

1    Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS)
2.      Penyuluhan Gigi dan Mulut
3.      Tanya Jawab Kesehatan
4.      Pemeriksaaan Kesehatan


“Untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga yakni good health and well being dibutuhkan usaha yang
maksimal. Perwujudan usaha terkait peningkatan kualitas kesehatan memang perlu ditanamkan sejak dini. Tidak cukup hanya mewujudkan,  melainkan memperbaiki, mengembangkan, dan membudayakan pola hidup sehat secara masif adalah poin utama.  Secara proporsional tugas ini ialah
milik seluruh komponen bangsa. Mahasiswa merupakan salah satu elemen sosial sekaligus intelektual yang turut mengemban amanah tersebut” kata Fatia Murni Chamida selaku Ketua HMI Komisariat
Ibnu Sina.




Agenda ini diharapkan bisa menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Selain itu, aktivitas sosial ini bisa menjadi media pembelajaran mahasiswa lebih mendekatkan diri kepada masyarakat sebagai bagian dari Pengabdian Masyarakat. Harapannya,  Kegiatan Bakti Sosial 2017 bisa menjadi pemantik bagi meningkatnya kesadaran
pentingnya perilaku hidup sehat bagi masyarakat.

Mewujudkan Unit Perdjasu sebagai Organisasi Pembelajar | Catatan Kegiatan Upgrading : Peningkatan Kapasitas Manajemen Unit Perdjasu KPRI Sehat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto

Masyarakat abad 21 disebut sebagai masyarakat pengetahuan (knowledge society). Di dalam masyarakat ini, ekonomi pengetahuan merupakan pilar penting bagi kemajuan masyarakat. Hanya dengan melakukan pembelajaran bersama secara terus-menerus, organisasi dapat meningkatkan kapabilitasnya di dalam memenuhi tunutan konsumen secara unggul. Pengetahuan kolektif dan peningkatan kapabilitas menciptakan serta memperbaharui dan medayagunkan pengetahuan merupakan kunci sukses. hal ini perlu didukung oleh seluruh komponen organisasi pembelajar, yaitu orang-orang, baik pimpinan organisasi dan staf.

Hal itu disadari benar oleh KPRI Sehat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, khususnya Unit Perdagangan dan Jasa Umum (Perdjasu). Dengan mempertimbangkan perlunya peningkatan kapasitas manajemen dan kualitas pelayanan, pada hari Kamis, 21 September 2017 Manajemen Perdjasu melaksanakan Upgrading karyawan. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan KPRI Sehat Perum Griya Syifa Alamanda. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 – 17.00 WIB diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari unsur manajemen middle Perdjasu.

Dalam sambutannya, Manager Perdjasu mengapresiasi semangat staff middle perdjasu yang meluangkan waktu liburnya untuk mengikuti kegiatan. “Unit Perdjasu perlu membentuk Team work yang solid, sehingga kita butuh peningkatan kapasitas manajemen” kata Deddy Hadiyanto.


M Arsad Dalimunte yag membawakan materi Attitude dalam Bekerja mengungkapkan logika organisasi sebagai kumpulan orang dengan latar belakang berbeda. Sehingga untuk membentuk teamwork yang solid diperlukan SDM pembelajar yang senantiasa menjaga kapasitas, integritas dan trust organisasi.


Selain attitude, peserta upgrading dibekali dengan kemampuan manajerial sebagai bekal tata kelola organisasi. Deddy Hadiyanto selaku Manajer Unit Perdjasu membawakan dengan lugas Pemahaman mengenai Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tugas-tugas  Manajerial sebagai bekal middle manajemen Perdjasu dalam mengemban amanat organisasi.

“Dalam organisasi, komunikasi terjadi antara unit kerja, dengan manusia sebagai subyek proses menerima, menafsirkan, dan bertindak atas informasi”  kata Vledy Afief. Selanjutnya manager Organisasi di KPRI Sehat tersebut menjelaskan arti pentingnya komunikasi dalam sebuah organisasi yang dikemas dalam materi Komunikasi Organisasi dan manajemen isu.


Selain menyimak materi, peserta juga diajak untuk komparasi materi dengan study kasus lapangan dalam Forum Group Discussion (FGD). Setelah mengikuti upgrading, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk lebih memahami :
1.      Pemahaman Kemampuan Manajerial (Managerial Skill)
2.      Mengetahui Pentingnya Attitude dalam lingkungan kerja (Attitude Skill)

3.      Pentingnya komunikasi dalam membangun kerjasama team (Communication Skill)

Catatan Perhelatan Beasiswa Prestasi siSehat 2017

“Alhamdulillah, anak saya pasti sangat senang dan bangga menang di Beasiswa siSehat ini”. Demikian ungkapan kegembiraan dan keharuan dari salah satu anggota pemenang Beasiswa siSehat 2017. Program Beasiswa Prestasi 2017 merupakan rangkaian agenda KPRI Sehat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Program rutin tahunan tersebut dimaksudkan sebagai salah satu bentuk penghargaan siSehat atas prestasi putera/puteri anggota.
Dibuka mulai tanggal 27 Juli 2017 sampai 12 Agustus 2017. Selama 17 hari anggota berkesempatan untuk mendaftarkan buah hatinya yang mempunyai prestasi peringkat satu (1) sampai tiga (3). Untuk mempermudah, manajemen menyediakan Formulir Pendafataran di beberapa tempat unit usaha dan kantor pusat siSehat.

Selain peringkat di kelas masing-masing, Beasiswa Prestasi juga mensyaratkan beberapa ketentuan lain yang harus dipenuhi anggota diantaranya :
-      Pendidikan SD, SMP, SMA dan masuk SNPTN tahun 2017
-      Melampirkan foto copy Kartu Keluarga (KK)
-      Melampirkan foto copy daftar nilai terakhir
-      Foto copy bukti registrasi (bagi yang mendafatr perguruan tinggi)
-      Melampirkan foto copy piagam penghargaan lomba atau prestasi (kalau ada)

Untuk memastikan semua anggota mengetahui program Beasiswa Prestasi, siSehat memasang pengumuman di papan informasi, unit usaha (dalam bentuk pamflet) dan juga melalui media sosial, Facebook KPRI Sehat RSMS Purwokerto.

Setelah melewati berbagai proses berdasarkan kriteria yang ditetapkan dan penilaian objektif atas data-data peserta lomba berprestasi Putera/ puteri Anggota KPRI SEHAT RSMS, akhirnya ditetapkan 51 nama sebagai Pemenang lomba berprestasi Putera/I Anggota KPRI SEHAT RSMS  2016 yang terdiri dari :
-           23 anak tingkat SD
-           12 anak di tingkat SMP
-           9 anak di tingkat SMA
-           1 anak tingkat Perguruan Tinggi


Nama pemenang secara resmi akan diserahkan siSehat untuk diumumkan saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017 yang diselenggarakan RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Selain itu pengumuman pemenang juga dipasang secara resmi di papan pengumuman RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sebagai bentuk penghargaan, management KPRI Sehat RSMS akan mendapatkan penghargaan dari siSehat berupa sejumlah uang dan Sertifikat, yang diharapkan akan lebih memicu dalam pencapaian prestasi prestasi selanjutnya.

Sebuah kebanggaan bagi SiSehat untuk bisa memberikan Selamat atas Prestasi yang diraih, dengan harapan capaian ini akan selalu berlanjut seiring doa dan kerja keras dari orang tua sebagai pilar penting kebermaknaan prestasi. Capaian ini tak lain buah dari sinergi keluarga yang berkualitas, kerja keras serta  doa orang tua yang terus mengalir

Selamat dan Sukses atas prestasinya semoga bermanfaat bagi orang tua, nusa, dan bangsa

Forum Group Discussion (FGD) Yayasan Damandiri, Pusat Koperasi Konsumen Anugerah Damandiri Sejahtera (Puskopen ADS) dan Dekopinda Kabupaten Banyumas dengan Koperasi Ritel Banyumas


Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Pusat Koperasi Konsumen Anugerah Damandiri Sejahtera (Puskopen ADS) bekerjasama dengan Dekopinda Kabupaten Banyumas mengadakan forum komunikasi strategis. Agenda yang dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) Bertempat di Hotel Aston Purwokerto, dilaksanakan hari Jum’at, 11 Agustus 2017 dari pukul 08.00 – 11.00 WIB. Sekitar 50 perwakilan koperasi yang memiliki usaha ritel dari Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara mengikuti agenda tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Pusat Koperasi Konsumen Anugerah Damandiri Sejahtera (Puskopen ADS) menegaskan perlunya Koperasi mulai membangun jejaring ritel dengan harga yang bagus dengan tata kelola manajemen modern. "Terkait dengan niat baik Yayasan Damandiri untuk menyalurkan modal bagi Koperasi ritel, Puskopen ADS siap menjadi bagian dari proses tersebut", ungkap Dr. Walid.

“Visi Misi Yayasan Damandiri adalah Membantu keluarga-keluarga miskin, dalam hal ini tugas yayasan adalah untuk membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan masyarakat miskin”, kata Bp. Dr. Soebijakto Tjakrawerdaja. Selanjutnya Ketua Yayasan Damandiri tersebut  memaparkan program penyaluran modal yang sasarannya adalah penguatan toko/Warung masyarakat. “Terbangunnya kerjasama dengan koperasi sekunder yang secara simultan akan bermitra dengan koperasi primer akan memudahkan yayasan Damandiri dalam upaya meningkatkan kapasitas individu dan memperkuat usaha kecil di masyarakat”.


Ketua Dekopinda Kabupaten Banyumas dalam sambutannya menegaskan bahwa toko koperasi relevan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Mengingat besarnya potensi luar biasa yang dimiliki Banyumas beliau optimis koperasi akan mampu melakukannya. “Namun kita juga tidak menutup mata bahwa koperasi mempunyai keterbatasan keterbatasan, sehingga untuk mewujudkan mimpi besar tersebut akan menjadi rasional jika koperasi bergabung dalam sebuah wadah koperasi sekunder”, ungkap Bp Arsyad D yang juga merupakan General Manager KPRI Sehat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tersebut.



Respon positif ditunjukkan peserta kegiatan. Tak kurang dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas dan Cilacap, KUD Rukun Tani, KUD Aris Banyumas, KUD Tri Wijayasari, Cilacap, Credit Union Cikalmas, dan perwakilan koperasi dari Kabupaten Purbalingga antusias memberikan dukungan dan harapannya. “Semoga program ini dapat memberikan angin segar bagi koperasi ritel, menjamin ketersediaan barang, dan kami bisa menjual dengan harga murah sehingga dapat bersaing dengan kompetitor,” ungkap peserta di akhir acara.

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template