Artikel Terbaru Subscribing this site

Kisah dibalik Launcing Kupat Tahu , Nasi Goreng, dan Jahe Susu

Spirit dan Komitmen Manajemen
Menjadi tempat terbaik dalam memenuhi kebutuhan adalah semangat siSehat dalam menyajikan ragam pelayanan. Demikian ungkap Pak Deddy, manajer yang memiliki concern menggawangi unit layanan perdagangan dan jasa umum di Lingkungan siSehat. Beliau bertanggungjawab atas operasionalisasi toko, cafe dan juga foto kopi. Tulisan kali ini mencoba mengintip bagaimana Pak Deddy dan team worknya bekerja keras dan cerdas dalam mengelola cafe.  

Perbaikan terus menerus (baca: continous improvement) dipilih sebagai cara dan sekaligus simbol semangat dalam melahirkan ragam inovasi dan kreasi. Satu action dilakukan, diukur efektvitasnya dan kemudian dilakukan perbaikan. Demikian terus berlangsung dikeseharian sehingga iklim dinamis selalu mewarnai pelayanan cafe. Lebih memahami selera konsumen diyakini akan berdampak pada peningkatan produktivitas dalam arti luas. Untuk itu, mempelajari detail tentang konsumen menjadi begitu penting.

Disisi lain, membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan konsumen (satisfied

oriented) terus di gema-kan ke seluruh karyawan/ti. Untuk itu, manajemen siSehat terus
memadukan antara ketaatan karyawan/ti terhadap SOP dan komunikasi yang renyah dan mendatangkan kenyamanan. Dalam hal SOP, semua detail langkah Kerja, Standar Attitude dan Standar Performance  dirinci sedermikian rupa demi terjaminnya standarisasi pelayanan, “Ini memerlukan integritas semua lini, mulai dari produksi, pelayanan sampai dengan pencuci
piring
”, tegas Pak Deddy saat diwawancarai redaksi.  



Mengintip rumitnya persiapan launching produk
Beberapa minggu lalu, Cafe siSehat me-launching 3 (tiga) produk unggulan baru, yaitu nasi goreng,
kupat tahu dan jahe susu. Langkah ini merupakan bagian dari diversifikasi produk sehingga konsumen memiliki alternatif yang lebih banyak untuk dipilih. Dengan demikian, lebih besar kemungkinan menjawab selera konsumen yang demikian beragam. 

Bicara tentang diversifikasi produk, ternyata persiapannya tidak semudah yang diduga. Perdebatan jenis menu baru adalah keseruan di langkah pertamanya. Bagaimana tidak, beberapa midle management dilibatkan dalam mengambil keputusan dan masing-masing kepala punya ide dan keyakinan sendiri-sendiri terhadap idenya. “tidak mudah
membangun keyakinan kolektif untuk satu ide tertentu. Setiap orang punya argumentasi kuat atas setiap usulannya. Oleh karena itu, perlu perjuangan panjang dan kesabaran tidak biasa untuk memutuskan satu ide dan didukung oleh semuanya”, ungkap Mbak Olin salah satu personil midle manajemen di lingkungan Perjasu yang terlibat dalam perdebatan seru penentuan diversifikasi produk tersebut.

Usai jenis produk ditentukan, maka perjuangan berikutnya adalah meracik rumusan bahan dan standar pengelolaannya. Uji coba pun dilakukan sampai ketemu formula yang tepat dan dirasa enak dan pas untuk di konsumsi. Lolos di tingkat internal manajemen cafe, langkah selanjutnya adalah melakukan survey langsung dengan
meng-uji cobakan ke manajemen yang lebih tinggi dan beberapa konsumen. Ragam respon kemudian ditindaklanjuti dengan merubah atau menyesuaikan formula sehingga kualitas rasanya sesuai dengan masukan-masukan dari para tester.

Tantangan berikutnya adalah melatihkan standarisasi kepada kelompok produksi dan kelompok penyaji. Hal ini perlu dilakukan mengingat bahwa siSehat memiliki beberapa outlet sehingga perlu standarisasi proses untuk menghasilkan rasa yang sama. Dititik ini memang tidak mudah namun harus bisa, jika tidak bisa merusak citra produk dan kepercayaan konsumen dalam urusan rasa.

Kalau hari ini siSehat sudah menyajikan 3 (tiga) inovasi produk terbarunya, hal itu sesungguhnya hasil dari proses yang panjang dan tidak mudah. Namun, siSehat harus terus berinovasi dan mengembangkan kreasi sehingga setiap konsumen menemukan apa yang dibutuhkan dan merasakan nyaman dengan layanan yang ditawarkan siSehat. Semua tidak mudah, namun manajemen meyakini bahwa ketekunan berproses akan membawa pada hasil yang terus semakin meningkat. “kami ingin para konsumen, baik anggota siSehat maupun para pengunjung memiliki
kesan yang kuat saat meng-konsumsi ragam layanan dan sajian siSehat”, demikian dikatakan linda, salah satu personil manajemen siSehat lainnya.   

KEJELIAN SYSTEM PARKIR siSEHAT DALAM MENDETEKSI & MENGUNGKAP AKSI KRIMINAL

A. Seputar System IT Parkir 
Menarik mencermati strategi manajemen parkir  siSehat yang kebetulan berhasil mengungkap beberapa modus kriminalitas di area parkir RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto lewat peng-integrasian 2 (dua) faktor kunci, yaitu  meng-integrasikan antara system IT dan SDM  yang selalu sigap.  Namun uniknya, manajemen IT parkir siSehat memilih konsep “setengah canggih”, sebab dalam operasionalnya masih melibatkan SDM di pintu masuk maupun keluar. Namun demikian, ternyata pilihan ini bukan tanpa alasan. Adanya proses entry  nomor polisi kendaraan menjadi pertahanan awal. Demikian juga saat keluar, proses verifikasi dilakukan atas kartu parkir.  Petugas parkir hanya akan menekan enter  Barrier gate bila dipastikan kendaraan yang hendak keluar sudah clear.

Sebenarnya ada pilihan IT model lain dan bahkan lebih canggih.  Pada type ini, 

Pengunjung cukup menekan tombol pada ticket box dan tiket akan keluar secara automaticly . Bahkan, bagi pengunjung yang sudah menjadi member (ber-stiker) cukup menempelkan kartunya ke card reader yang tersedia pada ticket box. Hanya saja, pertahanan system ini hanya pada  2 (dua) unit IP kamera yang fungsinya untuk
merekam wajah pengemudi dan kendaraan.
Sebagian institusi penyelenggara parkir beranggapan  bahwa sistem parkir jenis ini lebih efisien dan simpel karena tidak menggunakan banyak SDM. Dalam hal ini, manajemen parkir siSehat memiliki pandangan sendiri berdasarkan pengalaman dari beberapa kasus kriminal di lapangan.  Pada System parkir yang dipilih siSehat,  kombinasi dari SDM profesional, system konvensional, barrier gate dan rekaman cctv di area parker menjadi alat pertahanan dan sekalgus pengendalian keamanan yang komprehensif demi penyejian pelayanan yang nyaman bagi para pengguna parkir.  Setiap nomor polisi kendaraan yang mencurigakan, langsung di masukkan kedalam system IT, sehingga  system langsung akan memberi sinyal ke server pusat tiap kali kendaraan tersebut masuk atau keluar.

Terkait dengan maraknya perubahan system parkir dari “setengah canggih” menjadi system
elektronik full dengan alasan effisiensi, manager Parkir siSehat tetap memilh pada system setengah canggih. Hal ini dengan memperhatikan luasan ara RSMS , sehingga penerapan system harus diintegrasikan dengan pelibatan SDM. Disamping itu, ada beebrapa pertimbangan lainnya, antara lain :
1.     System Konvensional (baca: setengah canggih) me-record setiap no kendaraan yang masuk. Dengan demikian, ketika terjadi tindak kriminalitas ataupun diperlukan pencarian kendaraan hilang yang dicurigai diparkir  di RSMS, pelacakan lebih mudah dilakukan dan hanya memerlukan beberapa menit saja. 
2.     Disamping tugas utamanya sebagai pengatur dan penjaga area parkir, SDM parkir juga sering berperan sebagai  pemberi informasi bagi pengunjung seputar lokasi layanan RSMS yang dibutuhkan mereka saat masuk ke area gedung RSMS. Dengan demikian, para pengunjung memiliki informasi yang cukup dan arah yang jelas untuk mendapati tujuan mereka ke RSMS. 
3.     Meskipun terjadi efisiensi SDM, kelemahan system elektronik adalah tidak melakukan record terhadap nomor kendaraan sehingga akan sangat sulit melacak kendaraan pelaku kriminal hanya hanya berdasarkan foto pelaku dan kendaraan. Sementara itu tanpa adanya SDM parkir parkir RSMS akan sangat semrawut dan sangat memungkinkan penggunaan area parkir sembarangan dan tidak tertata rapi. Di sisi lain, karena system ini tidak melibatkan SDM makan para pengunjung RSMS berpotensi mengalami kesulitan dakam mencari lokasi yang menjadi tujuan mereka mengingat luasnya area RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.


B.  Kasus Kriminalitas Yang Menguatkan Kebaikan Pola Integrasi System
     dan SDM Profesional 

Dua minggu lalu, seorang pengunjung melaporkan kehilangan helm ke server parkir. Atas hal ini, manajemen parkir pun langsung melakukan tracking lewat rekaman cctv. Hasilnya, diperoleh data dua orang mendekati motor dan kemudian menukar helmnya dengan helm milik korban yang lebih bagus. Atas hal ini.  nomor polisi motor pelaku pun di catat dan menegaskan pada korban bahwa manajemen  mengusut kejadian ini sampai tuntas.

Seminggu setelah kejadian, kendaraan yang terindikasi milik pelaku pencurian helm memasuki area parkir RSMS. Hal ini terdeteksi berkat bantuan system IT yang memberi sinyal pada server.  Petugas parkir  pun langsung saling koordinasi  untuk melacak lokasi parkir kendaraan tersebut. Setelah dtemukan, pihak manajemen memancing dengan mengambil helm dari motor tersebut dengan harapan sang pemilik helm akan ke server melaporkan kehilangan kepada manajemen parkir.

Tak lama berselang dugaan itu pun menjadi nyata. Tidak menunggu waktu lama, pemiliki kendaraan datang ke server parkir dan melaporkan kehilangan helm. “Saatnya bertindak cerdas”, ungkap Pak Andi, Sang Manager Parkir. Awalnya manajemen melayani pelapor sesuai dengan SOP. Perlahan,  manajemen mulai membelokkan pembicaraan  tentang kejadian serupa seminggu sebelumnya tanpa memberi sinyal bahwa pelakunya adalah orang yang hari ini mengaku sebagai korban pencurian helm. Sampai ditahap ini, sang korban yang juga pelaku pencuri helm minggu lalu ini masih terlihat tenang. Tak terlihat ada perasaan bersalah diwajahnya. Namun demikian, keadaan berubah 360 derajat saat manajemen  membuka rekaman cctv yang menjelaskan secara gamblang detail proses pencurian helm seminggu sebelumnya. Pada titik ini, pelaku pencurian (yang hari ini memerankan diri sebagai korban pencurian helm)  tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya mengakui semua perbuatannya.

Atas keberhasilan ini, manajemen kemudian menghubungi nomor kontak korban pencurian helm di minggu lalu. Berbekal fakta CCTV yang nyata-nyata menggambarkan pelaku, akhirnya sang pelaku menyanggupin untuk mengganti helm yang dicurinya minggu lalu dengan yang baru dalam waktu paling lambat 2 (dua) jam. Mengembalikan helm yang minggu lalu dicurinya tidak memungkinkan sebab kadung dijual dengan harga Rp 100.000,oo (seratus ribu rupiah)
Tersolusikannya persolan pencurian helm ini pun mendapat apresiasi tinggi dari korban dimana akhirnya helm nya kembali utuh. Beliau menyampaikan terima kasihnya terhadap komitmen manajemen siSehat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan area parkir di lingkungan RSMS


Catatan Pembagian SHU siSehat tahun 2018

Selasa, 3 April 2018 KPRI Sehat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun Buku 2017 kepada anggotanya. Pengambilan SHU dilaksanakan di kantor pusat siSehat, setiap hari kerja mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. 
Proses pengambilan SHU berjalan  tertib dan lancar. Tidak nampak antrian mengular dan ruangan yang sesak dipenuhi anggota yang ingin didahulukan. Dengan wajah berseri mereka mengikuti prosedur pengambilan yang telah diatur oleh Management siSehat. Bahkan banyak yang memanfaatkan moment menunggu dengan bercengkerama, saling menyapa dengan anggota lain yang jarang bertemu. Tak jarang Mereka mengabadikan  moment pengambilan SHU dengan swafoto atau lebih dikenal dengan selfie.

Management siSehat pun tidak melewatkan moment berkumpulnya anggota dengan begitu saja. Disela-sela pembagian SHU, mereka tidak segan-segan menerangkan kepada anggota yang bertanya mengenai SHU, produk simpan pinjam dan layanan siSehat lainnya. Keramahan dan kesigapan petugas nampaknya membuahkan hasil,  beberapa anggota nampak tergoda untuk banyak bertanya tentang siSehat, dan mengambil formulir
pendaftaran anggota baru untuk teman dan keluarganya yang belum terdaftar menjadi anggota.
Untuk anggota yang karena kesibukannya tidak sempat mengambil sendiri, management memperbolehkan anggota lain untuk mengambilkannya. Anggota yang mewakili tersebut harus membawa kartu anggota yang diambilkan, dengan membubuhkan tanda tangan dan  nama terang pada saat pengambilan.
Selain anggota yang masih aktif bekerja di RSMS, nampak pula anggota pensiunan yang masih terdaftar sebagai anggota siSehat. Meskipun secara usia mereka sudah uzur, semangatnya patut diacungi jempol. Diusia senja mereka Nampak sehat, ceria dan bersemangat ketika menceritakan  bagaimana proses dan pengalaman menjadi anggota awal yang terus mengikuti perjalanan siSehat dari dulu sampai sekarang.
Sisa Hasil Usaha merupakan gambaran dari tingkat parsitipasi dan keterlibatan anggota dalam aktivitas siSehat. Karena keberadaan koperasi Sehat memang dari, oleh dan untuk anggotanya. Oleh sebab itu beberapa moment keceriaan anggota dalam pengambilan SHU menjadikan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi management siSehat. Sebuah motivasi untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas
pelayanan dengan sepenuh hati kepada anggota. Dari siSehat untuk RSMS yang lebih baik lagi …….

RAT ke-38 siSehat, Meluaskan Makna ke-KITA-an


Minggu, 25 Maret 2018 siSehat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-38. Bertempat di Aula II RSUD Prof. Dr. Soekarjo Purwokerto, forum tertinggi anggota siSehat tersebut dilaksanakan. Sekitar 150 anggota yang merupakan perwakilan dari anggota siSehat mengikuti jalannya RAT dengan khidmat.
Sebelum memasuki area RAT, peserta berkesempatan mengabadikan moment indahnya dengan berfoto ria. Untuk kepentingan tersebut panitia menyediakan area Photobooth tepat didepan ruangan RAT.


Jalannya RAT
Pukul 09.00 Rapat Anggota Tahunan siSehat ke-38 dimulai. Dalam sambutannya, Ketua siSehat mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua fihak sehingga RAT ke-38 bisa dielenggarakan dengan lancar. Selanjutnya, orang nomor satu di KPRI sehat tersebut menambahkan bahwa sebagai pengemban
amanah pengurus menyadari besarnya tanggung jawab yang harus dipikul. Dalam pelaksanaannya, semangat continues improvement dan adaptasi terhadap segala perubahan yang terjadi menjadi semangat yang terus dijaga. Sehingga berbagai inovasi dan kreasi produktif yang berimbas pada peningkatan kinerja diharapkan bisa terus berkembang.
Mewakili Persatuan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) dan DInas Koperasi Kab Banyumas, Bp. H. Suwandi mengharapkan KPRI Sehat tidak berpuas diri atas keberhasilannya sampai saat ini. Beliau juga mengingatkan bahwa semakin besar sebuah organisasi berbanding lurus dengan cobaan dan tantangan. Diakhir sambutan, salah satu aktivis koperasi di Banyumas tersebut mengharapkan fokus pengembangan koperasi harus sesuai dengan filosofis dan prinsipnya, yang menempatkan anggota sebagai elemen utama dalam tumbuhkembangnya koperasi.
Dalam pelaksanaannya, Acara inti Agenda Tahunan siSehat  terbagi menjadi 3:
1.       Sidang Pleno I yang membahas Tata Tertib RAT, pemilihan Pimpinan Sidang, dan Pembacaan Hasil RAT tahun sebelumnya
2.       Sidang Pleno II, mengenai LPJ Pengurus Tutup Buku 2017 dan LPJ Pengawas Tutup Buku 2017.
3.       Sidang Pleno III, Pembahasan & Penetapan RAB dan GBPK 2017, Rekomendasi-rekomendasi, dan Pembacaan & Penetapan Hasil RAT

Sidang Pleno I
Kesiapan perwakilan anggota dalam mempelajari buku RAT terlihat saat peserta sudah memahami dan menyepakati Tata Tertib yang sudah tertera dalam Buku RAT. Selain itu juga terjalin kesepakatan jika pimpinan siding diserahkan kepada salah satu pengurus, dalam hal ini Bp. Tarkijo, S.Kep. Sesekali beberapa peserta memberikan masukan dan usulan terkait hasil RAT tahun
sebelumnya .



Sidang Pleno II
Anggota yang juga peserta RAT nampak serius mencermati Laporan Pertanggungjawaban
Pengurus dan Pengawas siSehat. Ketika ada yang kurang jelas, peserta bertanya secara spontan saat Pengurus dan Pengawas memaparkan laporannya. Meskipun serius mendengarkan laporan, tidak ada kesan kaku dan formal, suasana RAT begitu santai layaknya pertemuan rutin anggota dengan Pengurus dan Pengawasnya.
Kepiawaian Pengurus dan Pengawas dalam memberikan laporannya yang sesekali dibumbui dengan celetukan humor, komunikasi dua arah yang membuat peserta tidak sungkan untuk berkomentar dan memberi masukan. Imbasnya, sesi tanya jawab tidak lagi menjadi sidang penghakiman. Alih-alih memberikan pertanyaan menjebak, peserta tak segan menyatakan kepuasan atas kinerja pengurus & pengawas. Bahkan peserta nampak  antusias dalam memberikan masukan sehingga di tahun 2018 kinerja siSehat semakin bagus dan berkualitas.


Sidang Pleno III
Sampai siding pleno ke-tiga, antusia peserta tidak menurun. Hal itu tergambar dari banyaknya masukan dan rekomendasi membangun untuk tahun 2018 yang sangat beragam. Selain terkait pelayanan yang lebih baik, pengembangan layanan unit usaha sehingga lebih menjangkau anggota, sampai aplikasi berbasis teknologi demi kemajuan siSehat.

Rekomendasi dan masukan tersebut akan dijadikan salah satu pertimbangan dan acuan Pengurus, Pengawas dalam pembahasan program kerja tahun 2018 dalam Musyawarah Kerja siSehat.
RAT ke-38 diakhiri dengan pembagian bingkisan/souvenir untuk semua peserta. Selain itu dilakukan pengambilan nomor undian bagi peserta yang beruntung mendapatkan doorprize oleh Ketua Pengurus dan Pengawas KPRI Sehat RSMS.

Kiprah siSehat dan 1.000 paket sembako untuk Bakti Sosial 2017 Catatan keterlibatan sisehat dalam Peringatan Hari Juanga Kartika 2017

TNI dan Pemda Banyumas menggandeng siSehat. Dalam rangka peringatan hari Juang Kartika, TNI dan Pemda menyelenggarakan ragam acara. Salah satunya terwujud dalam agenda bakti sosial berupa pembagian paket sembako untuk masyarakat. Kegiatan selama 3 hari, Rabu –Jum’at, 13 – 15 Desember bertempat di alun-alun Purwokerto.

Untuk memenuhi kebutuhan 1000 paket sembako, panitia mempercayakan kepada beberapa institusi, salah satunya adalah  KPRI Sehat RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.  Dalam hal ini unit Perdagangan dan Jasa Umum (Perdjasu) mendapat kepercayaan sebagai pelaksana teknis.

“Panitia menghubungi managemen Perdjasu tanggal 8 Desember, sementara untuk fix produknya baru tanggal 11 Desember. Proses pengerjaan 1.000 paket kami selesaikan dengan mengerahkan 6 orang karyawan lapangan” kata Christiane Charollyna M, selaku Koordinator Perdjasu.

Keterbatasan SDM tidak membuat Perdjasu menyerah, komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik unit Perdjasu patut diacungi jempol. Tepat 2 hari mereka berhasil menyelesaikan sesuai tepat waktu. 1000 paket siap didistribusikan sesuai pesanan panitia, yang terdiri dari :
-          2kg gula lokal
-          3 liter minyak goring
-          21 bungkus mie sedap rebus

-          1 kaleng susu putih
-          1 bungkus kopi 185 gram
-          2 kecap 600 ml


Kamis, 14 desember 2017 paket diambil dengan 2 buah truk militer.  panitia yang terdiri dari personil militer bahu membahu dengan karyawan siSehat menaikannya ke dalam truk. Butuh waktu setengah hari untuk menyelesaikannya. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. semoga kerjasama ini menjadi langkah positif siSehat untuk lebih banyak berkontribusi kepada masyarakat luas.

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template