Home » » Menuju-mu

Menuju-mu


Kelahiranku terinspirasi oleh asa-mu tentang indahnya sebuah kebersamaan. Perlahan aku mulai merangkak, berjalan dan kemudian nekat berlari menuju sebuah titik yang kudefenisikan sendiri sebagai sebuah keberhasilan. Suatu saat ketika lelah menjelang, ku pilih beristrahat sejenak disebuah ketinggian. Aku berdiri dan memandang kebawah, kulihat banyak orang yang berjuang tertatih-tatih menggapai ketinggianku, mungkin mereka juga termotivasi untuk hal yang sama, fikirku. Kusapa mereka, namun tak satupun yang mendengarku. Mungkin ketinggian telah menenggelamkan suaraku saat itu.

Ditengah kesendirianku, kesepian menggiring pada ragam tanya tentang siapa aku sesungguhnya, adakah aku adalah aku yang terlahir begitu saja tanpa alasan ???. Lamunan panjang membawaku pada kesimpulan bahwa ”aku adalah sebuah harapan” bagi orang yang telah melahirkanku. Aku bukan untuk ku, aku adalah jawaban atas hal yang mendasari kelahiranku. Bahagiakah aku dan bahagiakah orang yang telah melahirkanku, ragam tanya itu mewarnai lamunanku.

Apakah aku harus ragu, takut atau bangga dengan keadaan dan pencapaianku saat ini ???. Ketika pencapaian saat ini kufahami sebagai sebuah dendam positif dari ”kepedulian yang minim” orang yang melahirkanku, mungkin aku harus berterimakasih karena hal ini telah mendorongku berjalan membentuk jati diriku sendiri. Haruskah aku sombong atau kemudian benar-benar berterimakasih atas ketidakpedulian itu, aku terhenyak atas 2 (dua) pilihan bernada tanya itu. Ketika pencapaian ini kufahami sebagai bentuk pembuktian pada orang yang melahirkanku, adakah hal ini akan menginspirasinya untuk merubah sikapnya terhadapku. Kalau hal ini yang terjadi, aku tidak akan merasa sendiri lagi.

Sejujurnya, aku butuh sandaran hati yang mendengar keluhku ketika diluar sana begitu menyesakkan, yang menyemangati ketika lelah menerpaku, yang mendorong ketika aku lagi kehilangan semangat dan bahkan memecutku ketika niat dan langkahku tampak tak relevan. Aku tak bisa sendiri...kalimat itu menutup lamunanku dengan meninggalkan ragam tanya yang belum menemukan jawabnya.

Aku melanjutkan perjalanan, sepi jalan membawaku pada titik bijak untuk tidak hanya memikirkan apa yang kurasakan saat ini, tetapi juga melahirkan tanya tentang rasa yang dirasa orang yang telah melahirkanku. Bahagiakah dia ???. Aku harus mencari jawabnya karena satu hal yang mungkin belum tersampaikan selama ini tentangku..tentang niatku. Dia belum faham bahwa sesungguhnya apapun yang ingin kugapai...semua untuknya. Aku hanya berharap dia bangga mendengarnya dan melihat pencapaianku sebagai sebuah ”keberhasilan bersama”. Satu hal lagi yang ingin kudapat darinya...memelukku erat dengan penuh kasih sayang dan kemudian bersamaku melanjutkan perjalanan ini sampai pada titik impian bersama. Oh Tuhan....andai hal itu tidak sebatas mimpi.

Tuhan, hari ini aku akan menemuinya untuk menyampaikan segala sesuatunya. Aku akan menyampaikan apa impianku sesungguhnya dan untuk siapa langkah dan pencapaian ini akan kupersembahkan. Hari ini, aku juga akan mendengar rasa dan asa yang ada padanya. Bimbing aku Tuhan....untuk menemukan jawaban atas semua tanya tentang ku dan tentang nya.... []

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template