Home » , , , » Perubahan Status Koperasi Diprotes

Perubahan Status Koperasi Diprotes

Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I) memprotes surat edaran Menteri Koperasi dan UKM yang meminta koperasi membentuk PT atau CV setelah memiliki aset di atas Rp5 miliar dalam rangka menyambut ASEAN Economic Community. "Surat edaran tersebut jelas merupakan bentuk kedangkalan berpikir dan menandakan ketidakpahaman pemerintah pada landasan filosofi koperasi," kata Ketua LSP2I Suroto di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mengirimkan Surat Edaran Nomor 90/M.KUKM/VIII/2012 tertanggal 16 Agustus 2012 tentang Revitalisasi Badan Usaha Koperasi dengan Pembentukan Usaha PT/CV.


Dalam surat tersebut Menteri menegaskan bahwa dalam rangka menyambut ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 maka koperasi-koperasi yang sudah memiliki aset sebanyak Rp5 miliar diminta untuk membentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) atau Comanditer Venonscaft (CV).

Menurut Suroto surat tersebut juga menandakan bahwa pemerintah tidak paham beda antara koperasi, PT dan atau CV dan justru mendorong menjadi koperasi gagal yang dalam terminologi internasional disebut sebagai bentuk demutualisasi koperasi atau penswastaan koperasi.

"Sesat pikir inilah saya kira yang kemudian juga berkontribusi terhadap prestasi koperasi kita yang kalah jauh bilamana dibandingkan dengan prestasi koperasi-koperasi di negara lain seperti misalnya negara tetangga kita Singapura dan Malaysia yang masing-masing telah mampu menyumbang terhadap 300 koperasi kelas dunia (ICA-Global300)," katanya.

Koperasi-koperasi di negara itu keberhasilannya justru karena mereka tetap mempertahankan prinsip-prinsip dan nilai-nilai koperasinya dan tetap mempertahankan jatidiri koperasi sebagai perkumpulan orang dan bukan perkumpulan modal seperti halnya PT dan CV.

Dia mengatakan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa ) menetapkan tahun ini sebagai Tahun Koperasi Internasional (International Year Co-operative). Pengakuan penting PBB dalam launching IYC-2012 di New York, 31 Oktober 2011 dinyatakan bahwa koperasi telah ikut mengurangi kemiskinan, menciptakan pekerjaan, mendorong integrasi sosial, dan mewujudkan globalisasi yang fair.

Sementara dalam dokumen resmi Deklarasi RIO+20 di Brasil beberapa waktu lalu, koperasi diakui sebagai kunci dari pembangunan yang berkelanjutan. Koperasi dinilai sebagai bentuk perusahaan yang berdaya lestari karena menempatkan visi kemanusiaannya sebagai yang sentral. "Surat edaran ini yang dikirimkan pada Tahun Koperasi Internasional justru bertolak belakang dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya daya saing koperasi termasuk revitaliasi koperasi," katanya

Sumber: Jurnas

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template