Home » , , » "Belanjalah Seperlunya"

"Belanjalah Seperlunya"

Ada dua patung yang berdiri tegak, satu di depan Toko Milky, satunya lagi di depan Toko Pelangi. Lagi, itu bukan sekedar variasi layouting toko agar menjadi indah dan segar. Namun tiliklah pesannya, “Belanjalah Seperlunya, Karena Sederhana Itu Indah”.

Beberapa waktu lalu salah satu rombongan dari luar kota berkunjung ke SiSehat. Mereka sempat menyaksikan dan membaca pesan tersebut. Sebagian dari mereka merasa heran dan malah bertutur, “Ini tokonya kok baik, ada tulisan belanjalah seperlunya!” Agak ajaib memang bagi yang belum terbiasa. Di toko-toko lain, etalase menyuguhkan beragam cara untuk meningkatkan gairah hasrat konsumeristik. Namun ini, SiSehat menyuguhkan hal yang sangat berbeda. SiSehat justru mengajak para anggotanya, dan tidak lupa pengunjung, untuk tidak berhambur dalam pengeluaran.

Memang kita perlu menginsyafi ihkwal yang sudah menjadi habit sulit dirubah. Namun bukan berarti tidak mungkin. Membentengi diri tentu merupakan cara bijak yang bisa dipilih. Maka belanjalah seperlunya sesuai dengan kebutuhan.


Ada pengalaman rumit yang kiranya dialami banyak orang, ketika kita berada di salah satu toko swalayan misalnya. Di rumah kita berencana mau beli barang A, tapi ketika kaki mulai menginjak di swalayan, kita terjebak dengan rayuan bisikan etalase, deretan poster diskon, dsb., sampai akhirnya kita tidak tersadar berkantung-kantung kresek belanjaan kita yang tanpa direncanakan. Itulah konsumerisme!

Dalam istilah kerennya, orang yang suka berbelanja berlebihan ini disebut shopaholic. Kalau ini disebut penyakit, ya memang penyakit. Halnya seperti penyakit, konsumerisme bisa menular kepada siapa saja. Si itu beli ini, maka yang lain ikut tergiur melakukan hal yang sama, bahkan lebih. Namun yang perlu diingat yang dibeli oleh si shopaholic biasanya tidak lebih hanyalah “kebutuhan palsu”.

Oh iya di bidang kesehatan pun juga menjelaskan tentang penyakit konsumerisme. Adalah semacam OCD (Obsessive Compulsif Disorder) yang diderita oleh si shopaholic, penyakit psikologis yang menyebabkan penderitanya menjadi kecanduan dan tidak bisa menghentikan perilaku tertentu. Orang yang menderita OCD paham benar apa yang dilakukannya adalah tidak rasional, namun penderita tak mampu mengendalikannya. Dalam level tertentu OCD tak hanya merubah fungsi namun juga arsitektur otak. Bahaya juga bukan?

Tulisan sederhana ini adalah upaya ajakan bagi sidang pembaca untuk tidak berbelanja berlebihan. Tentu ajakan ini tidak sekedar berlaku ketika anda berbelanja di unit-unit layanan SiSehat. Ketika anda keluar dari Margono ini, patutnya mengatur segala pengeluaran untuk tetap dijaga. Mari!

1 komentar:

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template