Home » , , , » Mereka yang Berkarya

Mereka yang Berkarya

               Dalam menjalankan organisasi selalu dikenal dengan namanya sistem. Sistem inilah yang menjadi alur pijakan dalam menentukan langkah-langkah organisasi. Jika sistem sudah kuat, maka tidak lagi terpaku pada sinten (orang). Sistem bak menjadi arus sungai yang terus mengalir, apapun yang ada di atasnya akan terbawa.
                Apapun organisasinya, sistem itu perlu. Tak terkecuali koperasi. Bahtera koperasi adalah perwujudan kolektivitas orang-orang yang ada di dalamnya, namun tanpa sistem yang fokus dan jelas, bahtera tersebut tak jarang malah rubuh secara perlahan dan akhirnya mati tidak berbekas.
                Namun semangat dan optimisme kini mulai muncul. Satu persatu koperasi mulai berbenah dan terus belajar menjadi lebih baik. KPRI SiSehat pun berupaya keras ke arah sana. Memperkuat sistem agar tujuan utama didirikannya koperasi; melayani para anggota dan konsumen dengan cinta, berjalan dengan baik dan lancar.

                Menuju cita koperasi yang benar-benar berkoperasi, SiSehat tentu demi mewujudkan cita-citanya perlu didukung oleh awak yang luar biasa. Seperti yang diutarakan oleh manager organisasi tahun 2010-2012, Bapak Arie Aji saat ditemui oleh tim SiSehat, “Manusia-manusia di SiSehat itu orang-orang yang berkualitas, saya senang pernah jadi bagiannya”.
                Saat Bapak Arie Aji bicara demikian, bagi SiSehat beliau juga termasuk dalam bagian manusia berkualitas tersebut. Saat di SiSehat, ia membantu menata sistem agar lebih kuat. Tidak heran, setelah ia mulai berkarya di luar SiSehat pun, keorganisasian SiSehat tetap berjalan.
                Pak Arie Ajie pernah menjabat menjadi manager organisasi SiSehat. Program SiSehat Peduli Sehat adalah “warisan” karyanya yang masih berjalan sampai saat ini. Tidak berlebihan ia bicara tentang manusia berkualitas di SiSehat. Dengan ruh yang sama, tentang semangat peduli sosial, hari ini ia beserta kawan-kawannya berkarya membangun usaha perakitan alat untuk menghemat BBM. “Visi sosial saya di SiSehat tetap saya bawa di usaha ini” ujar laki-laki yang pernah menjadi seorang pewarta media itu.
                Namun selepasnya lelaki yang pernah bergabung dalam gerakan mahasiswa tahun 90'an itu dari SiSehat tidak lantas memutus silaturahmi. Tak jarang ia masih menyempatkan diri datang ke Kantor SiSehat, sekedar bertemu dan berbagi cerita kepada para penghuni SiSehat. Bahkan untuk kegiatan yang sedang dijalankannya ini, SiSehat mendukung penuh secara moril, karena adanya kesatuan visi tentang gerakan sosialnya.
                Manusia berkualitas lain, Budi Haryanto. Dengan Arie Aji ia pernah mengemban tanggung jawab di bagian organisasi SiSehat. Saat anda pertama kali menginjak kaki di Pintu parkir lalu melihat rambu-rambu parkir yang cantik dan penuh warna, itu salah satu dari rangkaian banyak karya yang pernah ia buat selama mengabdi di SiSehat. “Ahli Desain” mungkin predikat yang tepat ditujukan bagi pria kelahiran 20 April ini, sehingga tak heran banyak lembaga yang menggunakan keahliannya tersebut. Walau tampak pendiam, seringkali banyak tawaran gagasan yang menarik setiap ia bicara. General manager  SiSehat pun mengakui dan mengagumi kualitas lelaki yang pernah menjadi Pimpinan Umum di salah satu Pers Mahasiswa yang ada di Fisip Unsoed ini. Kini Budi sibuk bekerja dalam satu gerbong yang sama bersama Arie Aji.
                Nama lain, ada Mas Waluyo nama akrabnya. Di tengah wawancara Pak Arie Aji sempat menyampaikan, “Waluyo itu sosok yang luar biasa di SiSehat, dan koperasi harus mendukungnya.” SiSehat beruntung pernah dihuni oleh laki-laki yang punya semangat dalam berkarya seperti Waluyo.
                Waluyo kini ia membuka usaha di pasar di Pasar Wage, Purwokerto. Sebuah bentuk perjuangan yang patut diapresiasi. Mendengar kabar yang beredar lelaki ini akan meminang gadis yang juga pernah bersama-sama berjuang di SiSehat. Menarik, bertemu jodoh di ruang kerja. Kalau begini namanya dari koperasi ke “koperasi”: ”berkoperasi” menjalin keluarga. 
                Nama lain eksponen SiSehat yang kini hijrah dalam berkarya salah satunya sosok bernama Trisno. Di depan patung dekat RS Margono, jika anda perhatikan, atau mungkin anda salah seorang langganananya, mulai setiap sore selalu hadir angkringan. Salah satu angkringan itu milik Trisno.
                Saat ditemui Tim SiSehat pada satu kesempatan di angkringan miliknya, ia banyak bercerita. Ia pernah mengabdi di SiSehat selama 10 tahun. Sungguh waktu yang tidak sebentar. Hal itulah yang sebenarnya menyebabkan ia sedih karena harus meninggalkan para rekan kerja yang sudah dianggap seperti keluarga. “Ya berat, harus berpisah dengan karyawan lain, padahal mereka sudah saya anggap sebagai saudara,” jelasnya dengan nada sedikit sendu.
                Lelaki yang sudah memiliki anak satu ini memulai bisnisnya lebih dari setengah tahun. Bahkan ketika ia masih mengabdi di SiSehat ia mulai secara mandiri buka usaha angkirngan. Dengan kecekatannya ia masih tetap bisa bekerja di dua ruang berbeda. Rasa lelah pun tak menjadi alasan untuk berhenti bekerja, namun pada satu titik karena ingin lebih fokus dengan ruang karyanya yang baru, Trisno memilih menjalankan angkringan. Dibantu dengan istri tercinta, setiap malam mulai mendirikan angkringan, menyajikan segala menu gorengan, nasi kucing, dsb. Pantauan dari Tim SiSehat, kiranya angkringan Trisno cocok untuk lokasi nongkrong menikmati malam.
                Keahliannya tak hanya itu, saat masih di SiSehat seringkali saat tim bola voli RSMS bermain ia selalu dipanggil untuk membela. Lelaki ini memang gemar sekali olahraga, bermain futsal salah satunya. Saat ditanya rencana masa depan, ia menjawab akan menabung demi produktivitasnya di masa depan. Sebuah pikiran yang canggih!
                Lainnya adalah Elsa Sulistia, sosok perempuan tegar yang pernah berada berjuang dalam gerbong SiSehat. Ia pernah  berkarya bersama awak SiSehat di bidang perdajsu dan juga bagian organisasi. Latar belakang pendidikannya yang banyak mengkaji ihwal sosial menjadikannya selalu dalam posisi kritis dalam menilai sesuatu, begitu juga koperasi ini. Saat ditemui tim SiSehat di kediamannya, ia memberi sumbangsih saran agar sistem di SiSehat lebih ditingkatkan lagi.
                Aktivitas perempuan alumni sosiologi Unsoed ini, karena sejak mahasiswa dia aktif di koperasi kampus, kini ia diberi amanah menjadi salah satu bagian anggota pengawas di salah satu koperasi kampus yang ada di Purwokerto. SiSehat mungkin merasa kehilangan sosok yang luar biasa seperti Elsa ini. Tapi cita-citanya yang ingin berkarya di ruang lain tentu harus diapresiasi. Bahkan didukung penuh, dalam bahasa Pak Arie Ajie saat ditemui, “Justru bagus ketika koperasi –misalnya SiSehat- bisa menjadi inkubator bisnis bagi para karyawan atau anggotanya”.
                SiSehat sedih sekaligus bahagia. Sedih karena harus kehilangan sosok-sosok berkualitas dan yang memiliki semangat dalam berkreasi dan berkarya, tapi bahagia karena secara tidak langsung SiSehat menjadi inkubator bagi mereka yang serius menggeluti dunia usaha. Sederhananya SiSehat senang karena bisa membuka ladang kebaikan bersama.
                Memang hidup tanpa cipta karya akan hambar, flat dan monoton. Cakrawala dunia yang dahsyat ini bak sia-sia bila hanya menjalani hidup yang itu-itu saja. Cerita para pahlawan SiSehat di muka merupakan motivasi dan inspirasi bagi kita. Semoga kita bisa memetik pelajaran.
               

1 komentar:

  1. nice blog,sangat informative kawan,lanjutkann,and terus berkarya

    BalasHapus

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template