Home » , , » Hutang atau Nabung?

Hutang atau Nabung?

Oleh: Vledi Afif*

Dari sebagian orang yang mungkin kurang beruntung mempunyai takdir menyenangkan dengan kemampuan memiliki apa yang diinginkan dengan cash dan spontan, pertanyaan dan kebimbangan kadang hadir ketika harus menentukan pilihan, utang atau nabung ? Semua pilihan tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan dan pendapatan.

Rasanya susah mengharapkan kita menabung untuk memiliki sesuatu yang diidamkan. Jika kita ingin memiliki motor seharga 20 juta misalnya dengan kemampuan menabung sebulan 200 ribu maka kita membutuhkan waktu hampir 10 tahun untuk mewujudkan impian kita. Dengan pertimbangan selama kurun waktu penantian kita harus menjalani perjalanan hidup dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Keuntungannya kita tidak memiliki beban berlebih dengan hutang yang kita miliki.


Kalau kita berhutang dengan mempertimbangkan proses administrasi yang termaktub didalamnya, mungkin tidak sampai hitungan minggu kita bisa memiliki sepeda motor yang kita butuhkan. Yang pasti tentu saja kita memiliki hutang yang harus dicicil selama 3 atau 4 tahun plus bunganya, lebih berat jumlah tertanggung tiap bulan dibadingkan dengan kita menabung.

Semua tentu saja terserah kita, dengan memperhitungkan kebutuhan dan biaya hidup yang harus kita tanggung. Hutang merupakan suatu fasilitas yang inhern dan melekat dalam kehidupan sekarang yang telah dinikmati mungkin oleh sebagian besar umat manusia saat ini. Jadi jangan khawatir kita satu-satunya makhluk yang mempunyai hutang, hutang tidak akan menurunkan derajat kita di mata umum, tidak menanggung beban moral karenanya dan masih menjadi trending topic dalam perhelatan penghidupan di alam modern ini.

Menabung merupakan anugerah yang sangat langka dan hanya sedikit orang yang bisa mengambil kemanfaatan lebih daripadanya, walaupun ada istilah menabung pangkal kaya tetapi pada kenyataannya sangat susah dan eksklusif untuk kita amalkan. Mungkin dengan menabung kita melatih mental dan mengasah indera penghematan kita, mengajarkan kita menyisihkan dan lebih faham uraian dari arti mengedepankan prioritas kebutuhan. Susah namun menarik sebagai tantangan untuk ditaklukkan, lebih menyerupai cita-cita yang harus diikuti dengan kemauan super dalam perwujudannya.

Jadi yang memiliki kemampuan untuk menabung sebagai representatif dari kelebihan materi yang diberikan Yang Maha Kuasa sangat diwajibkan untuk selalu bersyukur dan jangan lupa ada sebagian dari harta tersebut yang seharusnya disisihkan untuk mereka yang kurang beruntung. Untuk sebagian yang harus mengandalkan hutang sebagai senjata utama jangan berkecil hati, ada banyak jalan yang akan ditunjukkan Tuhan demi kemudahan dan kebahagiaan hidup kita. Tetaplah bersyukur apapun jalan yang harus kita temph.

*) Penulis adalah wakil manager perdjasu KPRI SiSehat.

1 komentar:

  1. Kelebihan yang ada pada kita adalah hak bagi mereka yang berkekurangan....ini salah satu semangat dalam koperasi...mari kita menjadi anggota Koperasi


    BalasHapus

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template