Home » , » Ber-Kasih Sayang ala SiSehat

Ber-Kasih Sayang ala SiSehat

Februari, bulan romantis katanya. Bahkan di antara rentang tanggalnya ada yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang. Para remaja pun biasanya menyambutnya dengan nuansa berbagi kasih sayang. Namun bukan soal ini yang akan SiSehat bincangkan. Soal berkasih sayang, SiSehat percaya hal ini melampaui si tanggal 14 Februari. Kasih sayang dalam hal ini kita tarik lebih dalam sampai menyentuh titik yang paling berharga, yakni kepedulian sosial. Kasih sayang adalah kepedulian sosial.

Beberapa waktu lalu SiSehat menyebar pamplet kecil mengajak para anggota untuk ikut terlibat memberi masukan tentang rekomendasi nama calon penerima dana sosial. Tidak beberapa lama, nomer kontak yang tercantum dalam pamplet itu mendapat pesan-pesan dari para anggota. Sebuah tindak rasa sosial yang manis. Pamplet yang hanya berukuran ¼ dari kertas kuarto itu ditanggapi secara luar biasa, berubah menjadi media pemanggil jiwa sosial. Sampai pada minggu berikutnya, terkumpulah beberapa nama yang menjadi calon penerima bantuan.


Rencananya pada Bulan Februari ini SiSehat akan berkasih sayang dengan mendistribusikan dana hasil dari akumulasi pemberian para anggota dan pengunjung yang peduli antar sesamanya, yang terkumpul dalam kotak-kotak yang ada di unit-unit lingkungan SiSehat. Secara tidak langsung, hal ini memberi gambaran tentang kekuatan kolektifitas bisa menjadi faktor pendorong kepedulian sosial. 

Di antara kumpulan dana yang akan dibagikan tersebut, mungkin di antara kita ada yang secara tidak sadar memberi koin-koin dan lembaran ribuan hanya sebatas dari sisa atau kembalian setelah berbelanja. Namun dampaknya ternyata menjadi luas. Dari yang sekedar memberi sambil lalu itu justru bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dari hal yang bersifat aktivitas di bawah alam sadar justru berimbas secara meluas. Titik inilah menariknya.

Kemudian, mari kita mengandaikan aktivitas sumbang koin ini berangkat dari sebuah perencanaan dan kesadaran tinggi, bisa jadi imbasnya lebih luar biasa. Koin lima ratus yang direncanakan, kekuatan sosialnya bisa lebih tinggi daripada selembar ribuan yang sebatas “membuang” kelebihan. Akan menjadi sebuah etos sosial dan semangat yang bernas ketika misalnya ada anggota yang datang ke unit-unit layanan SiSehat namun bukan untuk berbelanja tapi menyengajakan memberi sebagian dari rezekinya untuk disumbangkan. Sehingga pada suatu hari nanti menu percakapan antar anggota bisa bertambah, misal jadi “Saya ke Toko Milky dulu ah, mau bantu saudara-saudara yang lain” atau “Sekarang hari Senin jadwal saya ke CafĂ© Qita buat nyumbang.” Atau kalimat-kalimat lain yang bernuansa spirit kepedulian sosial.

Bisa kita bayangkan jika kepedulian lahir tanpa perlu lagi terpikirkan, namun dari alam bawah sadar sudah menggiring para anggota peduli dengan sesamanya. Ah tampaknya akan menjadi situasi yang luar biasa! Mari wujudkan!

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template