Home » , » Membicarakan Koperasi (Lagi)

Membicarakan Koperasi (Lagi)

Mondragon, Salah Satu Koperasi Terbesar di Dunia
Oleh: Vledi Afif *)
Diakui atau tidak lembaga yang bernama Koperasi dalam perspektif awam hanyalah organisasi tanpa visi yang dibangun sebagai pengguguran kewajiban dari adanya sistem ekonomi kerakyatan yang dibangun oleh beberapa tokoh perjuangan, salah satu yang paling menonjol adalah Moh. Hatta. Belum sepopuler retail ternama walaupun hampir di setiap pelosok kota kecil terdapat koperasi dengan beraneka jenis usaha dan sosok.
Secara umum koperasi merupakan kumpulan orang yang mempunyai kepentingan sama untuk mendapatkan kemanfaatan lebih besar, yang secara ekonomis dilengkapkan dengan adanya perolehan barang yang lebih murah. Jika kita analisis lagi sejarahnya, koperasi merupakan kumpulan orang dengan kemampuan ekonomis menengah kebawah, beruwsaha bertahan dari derasnya persaingan ekonomi, harga yang semakin mahal sehingga mereka bergabung menjadi satu kekuatan ‘kaum bawah’ untuk bertahan hidup. Sangat berbeda ceritanya dengan sejarah pendirian perusahaan ekonomi sejenis semisal PT, CV atau unit usaha lain yang fundamennya dari kekuatan ekonomi dengan skala yang lebih besar, kekuatan modal, pasar dan dukungan profesionalitas.
Inti utama koperasi adalah orang, dengan kata lain semua anggotanya merupakan pemilik modal yang menentukan kebijakan koperasi yang dalam perkembangannya seiring banyaknya anggota memaksa mereka untuk menasbihkan pengurus, badan pengawas untuk lebih konsentrasi dalam kepengurusan koperasi. Fakta lain menyebutkan bahwa orang yang notabene diberi wewenang menggerakkan koperasi merupakan individu yang mempunyai kesibukan diluar koperasi, alhasil koperasi menjadi yang nomor dua dan dengan konsentrasi yang terpecah sangat sulit mengharapkan hasil yang maksimal. Dengan kata lain kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu diperbaiki lagi.
 Disisi lain koperasi belum menjadi wadah perekonomian yang elit dalam kancah dunia bisnis, tidak bisa diharapkan sebagai pegangan utama untuk menopang kehidupan sehingga tingkast kepersayaan anggota sendiri cenderung lemah, dengan kata lain visi koperasi menjadi samar, terbenam dalam pudarnya kepercayaan internal. Jadi sangat sulit mengharapkan publik akan tergerak hatinya untuk mempunyai nilai kepercayaan tinggi terhadap koperasi. Kebanggaan terhadap koperasi adalah suatu keniscayaan dengan kadar elementer yang sangat lemah, anggota yang menjadi inti dari koperasi masih berkutat pada pemikiran tradisional sedangkan individu yang berpandangan maju dan modern lebih menyukai berjuang di wilayah lain daripada melayani pengabdian di koperasi. Menurut Ace Partadiredja dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia. Faktor inilah yang menghambat kinerja dan profesionalitas koperasi dengan menilik masih terbatasnya sumber daya anggota koperasi yang memiliki ‘kecerdasan lebih’ untuk mengembangkan koperasi.
Mungkin kita masih mengharapkan cita-cita berkembangnya koperasi bersaing dengan mall dan grosir besar, menjadi perusahaan ternama dan menguasai perekonomian negara Indonesia tercinta. Kuncinya adalah kepedulian dan ketekunan kita dalam mewujudkan profesionalitas, visi ke depan dan selalu berjuang untuk mewujudkannya. Koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota, koperasi tidak boleh berpikiran kerdil, tradisional dan harus realistis menghadapi persaingan global. SDM berkualitas, berpendidikan dan ikhlas diharapkan bisa menjadi ‘guardian angel’ bagi koperasi, meretas asa bersama merentang jalan terjal dan berliku untuk menata kembali carut marut internal koperasi dengan manajemen yang profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi.

*) Penulis adalah anggota KPRI SiSEhat Margono, Kabag Perencanaan Perdagangan dan Jasa Umum.
**) Tulisan ini sebelumnya telah dipublikasikan di web pribadi. 

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template