Home » , , » Mengenal Mereka, Para Calon Penerima Dana Sosial SiSehat Peduli Sehat

Mengenal Mereka, Para Calon Penerima Dana Sosial SiSehat Peduli Sehat

Takjub, kata tersebut tampaknya cukup tepat mewakili semangat kepedulian sosial di lingkungan SiSehat. Seperti yang diberitakan sebelumnya via bulletin Bulan Februari 2013, secarik kertas informasi tentang program dana sosial yang diselenggarakan SiSehat langsung disambut positif. Beberapa anggota langsung berubah diri menjadi informan dan menyampaikan para calon kandidat penerima dana sosial ke tim SiSehat. Akhirnya terkumpul nama-nama. Tim SiSehat sedikit mengalami kesulitan karena harus menjaring siapa yang lebih berhak memperoleh bantuan tersebut. Sedari awal tim Sehat memang lebih memprioritaskan saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Akhirnya atas kerjasama yang baik dengan para anggota yang menjadi informan, lima nama kandidat telah terpilih. Tim SiSehat pun langsung terjung ke lapangan, mensurvey kondisi nama-nama yang diusulkan tersebut.

Berangkat dari cerita Bapak Daryadi, salah seorang anggota SiSehat, tak tanggung-tanggung dari hasil pengamatannya kita mendapat tiga nama calon kandidat penerima dana sosial. SiSehat pun langsung menerjunkan tim survey. Dengan melibatkan masyarakat sekitar, kami mendapat informasi tentang profil mereka. 

Ibu Siti Djuenah di rumahnya
Ibu Siti Djuenah, seorang ibu rumah tangga tinggal di rumah bilik tambal sulam bersama tiga anaknya. Sang suami hanya bekerja di sebuah toko kelontong. Pendapatannya kadang bisa memenuhi kadang tidak. Kondisi perekonomian negeri kita yang cukup semrawut membuat hidup keluarga ini tidak jelas. Lingkaran kemiskinan membuat masyarakat yang kekuatan ekonominya lemah semakin terpinggirkan dan tak bisa lepas dari jeratannya. Keluarga Ibu Siti hanya mampu menjawab dengan sabar sambil percaya dengan kekuatan Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. 

Salah satu sudut rumah Pak Madrusin
Selanjutnya ada sosok pria tua bernama Bapak Madrusin. Beliau tinggal di sebuah rumah yang berwajah gubuk di daerah Bancarkembar. Kesehariannya dia hanya seorang pemulung, beliau hidup sebatang kara karena dalam masa hidupnya tidak pernah menikah. Pendengarannya tidak lagi tajam, jadi tak jarang tetangganya berkomunikasi dengan suara agak keras seperti dengan gaya marah. Namun bukan itu maksudnya, gaya komunikasi demikian terpaksa dilakukan guna tiada lain agar tindak komunikasi terjalin. Tetangga di sekitarnya pun meyakinkan tim SiSehat yang berkunjung untuk memperoleh bantuan.

Ibu Naisem
Tepat di sebelah rumah Bapak Madrusin, ada rumah bilik yang kecil kira-kira berukuran 5x5 meter yang didiami oleh wanita berusia lanjut. Wanita tua yang selalu murah senyum itu bernama Ibu Naisem. Memang sesekali beliau menopang kebutuhannya dari menantunya, tapi itu sebenarnhya jarang mencukupi. Padahal ia pun tinggal bersama tiga cucunya yang masih kecil. Kiranya adalah pilihan yang bijak jika SiSehat mengalokasikan dana sumbangan untuk kedua orang tersebut yang saling bertetanggaan itu. Karena dari selidik obrolan dengan masyarakat sekitar, kedua orang itu tepat untuk diberi bantuan. 

Kemudian seorang janda berumur 69 tahun. Beliau hidup berdua bersama satu cucu dari saudaranya di sebuah rumah kecil berukuran 3x4 meter. Sepengamatan tim SiSehat memang rumah itu rumah yang paling kecil di antara rumah-rumah di sekitarnya. Namanya Ibu Kawen. Beliau direkomendasikan oleh salah seorang anggota , Bapak Jiyono yang tak lain juga adalah tetangganya. Bapaka Jiyono merasa peduli dengan nasib Ibu Kawen, maka dari itu ketika menerima informasi terkai program dana sosial SiSehat, beliau langsung menghubungi awak tim SiSehat, memberi informasi ini-itu. Ibu Kawen ini tinggal di RW 07 RT 07 Purwokerto, dan penghidupan sehari-harinya hanya memperoleh dari belas kasihan para tetangga, termasuk Bapak Jiyono ini. 

Ibu Kawen, tak lagi dapat melihat indahnya dunia
Ibu Kawen kini tidak bisa melihat indahnya dunia, karena beberapa tahun lalu beliau mendapat penyakit yang menyerang matanya yang menyebabkan matanya tidak melihat. Beliau pun pernah dibawa berobat ke beberapa tempat, namun dengan biaya operasi yang mahal, Ibu Kawen memilih untuk tidak meneruskan pengobatannya. Pernah beliau diajak di salah satu klinik pengobatan tradisional, namun klinik tersebut meminta mempersiapkan uang dua juta rupiah. “Jangankan dua juta, lima puluh ribu aja saya ga punya” ujarnya kepada tim SiSehat saat bercerita.

Nama terakhir calon penerima bantuan yang diusulkan anggota SiSehat adalah Bapak Darsun. Beliau diusulkan oleh Bapak Tri Mulyanto. Bapak Darsun ini sosok yang memiliki semangat luar biasa, kesehariannya beliau berjualan buah di sebuah pasar di dekat SD Mersi I. Namun itu pun tidak benar-benar dilakukannya dalam keseharian penuh, karena saat tim SiSehat berkunjung ke rumahnya beliau sedang memilih istirahat dulu. Selain karena belum ada yang bisa dijual, istrinya sedang sakit. Oleh karena itu beliau sementara waktu memilih menemaninya.

Bapak Darsun di depan rumahnya
Ada yang menarik dari informasi yang didapat tim SiSehat. Bapak Darsun ini dinilai sebagai sosok yang tekun dan rajin beribadah. Beliau pun bahkan dengan sukarela merawat mesjid yang ada di lingkungan rumahnya. Dengan kondisi hidup sederhana, beliau tetap berada dalam posisi bersyukur. Jarang kiranya di era modern seperti hari ini kita menemukan sosok orang seperti Bapak Darsun. Ada harapan yang disampaikan Bapak Tri Mulyanto sebagai informan, dengan diberikannya bantuan semoga saja membuat beliau lebih tekun dan khusuk dalam beribadah karena merasa hidupnya telah tertolong. Sebuah rasa peduli sosial yang dalam dari sang anggota SiSehat itu.

Begitulah deskripsi kecil profil nama-nama calon penerima dana sosial, sebuah laporan awal pertanggungjawaban dari tim SiSehat dalam menjalankan program ini. Sekali lagi, SiSehat dalam hal ini hanyalah tak lebih dari fasilitator, mengajak dan mengedukasi bersama-sama kita sebagai sesame manusia untuk saling membantu. Dan sejatinya anggota SiSehatlah yang menjadi “agen” penciptaan rasa saling peduli ini. SiSehat tentunya patut berbanggadiri memiliki anggota-anggota yang memiliki kekuatan sosial yang tinggi. Salut!

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template