Home » » Apa dan Bagaimana Oleh-Oleh RAT 33

Apa dan Bagaimana Oleh-Oleh RAT 33


RAT usai dan berlangsung  dengan teduh. Hal ini menandakan bahwa kualitas warga siSehat dalam mengembangkan demokrasi terus menunjukkan peningkatan.  Semoga hal ini menjadi petanda SiSehat dan segala unsur di dalamnya semakin  bisa melahirkan ketakjuban-ketakjuban dari kolektifitas (kebersamaan) yang terbangun.

Inilah point-poin yang menjadi ragam ide dan usulan yang berkembang dalam proses RAT ke 33 tanggal 31 Maret 2013 lalu.

  •  Ide perintisan pembangunan GSA-02 di setujui oleh anggota dan teknis operasionalnya sepenuhnya diserahkan kepada Pengurus dan Pengawas KPRI “SEHAT” RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo  Purwokerto.
  • Aplikasi sistem komputerisasi dalam pelayanan koperasi di lingkungan geriyatri akan disesuaikan dengan kajian kelayakan secara ekonomi, mengingat kondisi konsumen di geriyatri berbeda dengan kondisi konsumen/pangsa pasar di lingkungan RSMS.
  • Jarak, kesibukan anggota dan kelengkapan barang-barang  di Toko dipandang sebagai faktor penyebab menurunnya partisipasi anggota, maka hal ini layak untuk segera ditindaklanjuti. Ide pelaksanaan pola pelayanan delivery  order, juga layak dikaji sebagai salah satu alternatif untuk ditindaklanjuti.
  • Tentang  penurunan loyalitas anggota.  Angka statistik 2012 menunjukkan penurunan. Hal ini menjadi referensi obyektif untuk menyusun solusi integratif. Atas hal ini, salah seorang anggota melakukan analisa awal, antar lain ; (i) mungkin saja  tidak adanya hadiah sebagai alat motivasi; (ii) juga dimungkinkan karena jarak dan; (iii) karena kesibukan. Atas kondisi tersebut, sang anggota mengusulkan bagaimana kalau siSehat; (i)  menerapkan sistem jemput bola dan; (ii) melengkapi persediaan barang sehingga familiar dengan kebutuhan sehari-hari anggota. 
  • Barang-barang di koperasi perlu lebih selektif agar tetep fresh dan enak di konsumsi.
  • Perlu peningkatan kualitas pelayanan, seperti keramahan, kerapian dan sumeh. Dengan demikian akan meningkatkan kenyamanan anggota dan masyarakat dalam  bertransaksi di koperasi.
  • Perlu meningkatkan Kemanan parkir, sebab ada anggota pernah  mengalami kehilangan barang yang ditinggalkan di kendaraan saat parkir.


Kemudian inilah garis-Garis Besar Program Kerja Koperasi SiSehat Tahun 2013.

A.  Organisasi
·         Meningkatkan variasi formula edukasi dan sosialisasi perkoperasian dalam rangka mempertajam pemahaman anggota tentang koperasi sebagai kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Hal ini sebagai bagian dari tahapan untuk menggeser target SHU menjadi penciptaan efisiensi kolektif. 
·         Pengintegrasian (penyatuan) aspek-aspek ekonomi, sosial dan budaya ke dalam pola-pola layanan siSehat. Hasil akhir dari strategi ini adalah memobilisasi kesetiakawanan sebagai modal penting dalam menumbuhkembangkan kebermanfaatan organisasi dan usaha koperasi, baik bagi anggota maupun bagi masyarakat luas. 
·         Peningkatan kuantitas dan kualitas Jaringan ke arah kemitraan yang saling menguntungkan dan bersifat jangka panjang, baik dalam mendukung eksistensi organisasi siSehat maupun mengembangkan unit-unit layanan produktif. 

B.  Kelembagaan
·         Anggota. Sebagai obyek dan juga subyek pembangunan siSehat, anggota perlu terus dimotivasi untuk meningkatkan inisiatif dan partisipasi guna meng-akselerasi (mempercepat) pertumbuhan dan perkembangan siSehat, baik secara organisasi maupun perusahaan. 
·         Kepersonaliaan. Perlu disusun konsepsi pola penjenjangan karir di lingkungan siSehat kaitannya dengan pola pembinaan kepersonaliaan ber visi jauh. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk masa depan koperasi yang lebih berpengharapan.  Disamping itu, hal ini juga sebagai bagian dari memupuk keyakinan bagi segenap unsur manajemen siSehat bahwa di koperasi ada masa depan yang layak di harapkan.

C.  Usaha dan Keuangan
·         Percepatan Operasionalisasi BPRS DIPO Artha. Meningkatkan upaya dalam mendorong percepatan perolehan izin operasional BPRS (Bank Perkreditan rakyat Syari’ah)  dari Bank Indonesia dan segera mengoperasionalkannya sesuai dengan regulasi/kebijakan yang ada. 
·         Meningkatkan kuantitas dan kualitas aktivitas berbasis Kemandirian dan kemitraan. Dalam meningkatkan dan memperluas manfaat berkoperasi diperlukan daya dukung berupa meningkatnya jumlah dan kualitas pelayanan diSehat. Untuk itu, kemandirian dan otonom yang merupakan ciri sebuah koperasi diarahkan pada keterciptaan karya-karya baru bersifat mandiri atau bermitra dengan anggota maupun pelaku usaha lainnya dalam koridor saling menguntungkan. 
·         Mendorong pertumbuhan modal. Untuk mendukung segala perluasan aktivitas diperlukan modal yang cukup dan bersifat permanen, sehingga  mempermudah dalam mengembangkan karya. Untuk itu, perlu menggali sumber-sumber permodalan baik bersumber dari peningkatan simpanan anggota maupun penyisihan dari hasil aktivitas-aktivitas usaha bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.    

Begitulah poin-poin yang menjadi pijakan langkah SiSehat ke depan. Ada yang perlu didesain dalam ragam program, ada beberapa hal yang perlu dioptimalkan dan semuanya dilaksanakan dalam ruh kolektifitas dan kerjasama. Karena dengan keduanya cita-cita ini tidak akan menjadi sebatas mimpi.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template