Home » , , » Tidak Sekedar Ber(wira)usaha

Tidak Sekedar Ber(wira)usaha

Anda ingat Liem Sioe liong? Pendiri salah satu grup usaha terbesar dalam sejarah Republik Indonesia, Grup Salim. Yang awalnya membantu pamannya bekerja sebagai penjualan minyak keliling. Sosok sempurna bagi siapapun yang hendak sukses dan merintis usaha dari titik nol. Tidak perlu susah-susah mempelajari cara Liem Sioe Liong membangun bisnis dari awal, ternyata di koperasi kita, memiliki anggota yang ternyata sangat terinspirasi dengan prinsip Liem Sioe Liong dalam merintis usaha. Dialah Pak Djuweri. Prinsip yang sangat ia percaya bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Berangkat dari sinilah ia memulai berkarya hingga akhirnya membentuk banyak usaha.

Pak Djuweri adalah salah seorang supplier tetap untuk pasokan gula di unit Perdjasu SiSehat. Di balik sosoknya yang tegas dan berwibawa ternyata pak Djuweri yang kesehariannya berdinas di Laborat Rumah Sakit Prof. Margono Soekardjo (RSMS) ini menyimpan berbagai pengalaman hidup yang dapat dapat dijadikan inspirasi.

Sangat beruntung tim SiSehat dapat “menculik” Pak Djuweri dari rangkaian kesibukannya mulai dari dinas di Rumah Sakit Prof. margono Soekarjo, mengisi pelatihan laborat klinik, sampai kegiatannya mengelola usaha. Tidak tanggung-tanggung usaha yang sudah dijajal oleh ayah dua anak ini, mulai dari usaha kerupuk, supplier barang, sampai peternakan dan perkebunan telah dirintisnya. Ketika tim Si Sehat bertanya rahasia apa yang membuatnya tetap prima dalam usia yang mungkin tidak muda lagi, ternyata Pak Djuweri selalu merutinkan kegiatan olahraga di sela kesibukannya. Setiap Selasa dan Kamis beliau menyempatkan berolahraga tenis dengan rekan-rekan kerja. Baginya kesibukan yang sebegitu banyak harus diimbangi dengan olahraga agar hesehatan juga tetap terpelihara.

Dalam merintis usaha Pak Djuweri selalu menekankan pada proses. Beliau berkeyakinan bahwa dalam memulai usaha ada tahapan yang harus dilalui, ada saatnya harus mengalami jatuh bangun, tidak semua yang diinginkan dapat diperoleh dengan instan. Harus dengan keyakinan dan kemauan yang kuat untuk menyikapi kesulitan menjadi cambuk bagi kemajuan. "Selain ada kemampuan, kemauan juga harus ada. fainnama’al ‘usri yusro.. innama’al ‘usri yusr, di tiap kesulitan pasti ada kemudahan, itu yang membuat saya jadi semangat”, begitu ujarnya. Baginya orang yang selalu “berproses” akan selalu melakukan inovasi. Selama masih ada waktu dan tenaga manfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Keyakinan dalam berproses ini dipelajari dari ayah beliau yang seorang petani. Sang ayah selalu mengajarkan untuk hidup jujur dan selalu berusaha, bahkan Pak Djuweri kecil sudah dibiasakan untuk memberikan laporan keuangan untuk ayahnya agar terbiasa mengelola uang.

Menular Pada Anak
Saat Ngobrol Bersama Crew SiSehat (doc)

Semangat dan prinsip ini sepertinya menular kepada anak-anaknya. Putrinya yang saat ini sedang menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta telah belajar berwirausaha sederhana dengan menjual kerupuk rambak ke pedagang angkringan di kota Yogyakarta dan menekuni bisnis online. Hasilnya tidak tanggung-tanggung, ia dapat membiayai kuliahnya sendiri dari hasil usaha itu. “Saya tidak mengharapkan hasil, tapi bagaimana mereka melakukan pembelajaran. Saya bangga, karena tidak perlu was-was dengan masa depannya”. Pak Djuweri menanamkan kepada anak-anaknya bahwa selain berusaha, harus selalu bertawakal dan berdoa kepada Tuhan, karena dengan berserah diri segala jalan akan dimudahkan oleh-Nya. Pak Djuweri berharap generasi muda dapat belajar untuk mandiri, jika sikap mental mandiri dimiliki sebagian besar generasi muda, tidak dielakkan lagi negara ini akan jadi negara yang makmur.

Ada hal menarik dari keseharian Pak Djuweri. Di antara kesibukannya dalam kerja dan mengurus segala usahanya, Pak Djuweri masih membiasakan untuk tadarus Al-Qur’an dan tahajud. Hal ini dilakukan setiap hari, Pak Djuweri bahkan menargetkan untuk khatam Al-Quran 1 kali dalam 1 bulan. Sangat luar biasa mengingat kesibukan yang sebegitu padat, beliau mampu mendekatkan diri pada Allah, sebagai perwujudan bahwa sebagai manusia tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga ridho Allah. Hal yang sangat jarang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang, bahkan bagi orang yang tidak begitu sibuk.

Mengenai mimpi dan bermimpi beliau punya saran yang menarik. Jika memiliki sebuah mimpi yang ingin dicapai belajarlah untuk memvisualisasikannya. Jangan hanya menjadikan mimpi sebagai angan-angan. Tuliskan keinginan itu, jangan salah! benar-benar ditulis. Tempel mimpi-mimpi itu di dinding-dinding kamar. Jadi tiap saat kita melihatnya mimpi seperti menjadi pengingat atau alarm yang selalu mengingatkan pada target dan tujuan kita. Poinnya, impian itu harus divisualisasikan untuk kemudian diproses menjadi kenyataan.“Kun fa yakun-nya Allah itu benar-benar luar biasa”, tuturnya. Menarik bukan?

Investasi untuk Hari Pensiun

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa pak Djuweri mau berepot-repot kesana kemari mengurus usaha, padahal dari gaji sebagai PNS saja sudah tersedia? Walaupun masa pensiunnya masih panjang, ia berujar sebisa mungkin memulai usaha harus dimulai sedini mungkin, sehingga ketika memasuki masa pensiun tetap ada kegiatan yang dapat dilakukan untuk tetap berkarya. Menyiapkan segala sesuatu untuk masa tua, untuk anak dan keluarga. Agar setelah melewati masa pensiun pikiran dan hati plong, tidak banyak fikiran.

Terkait dengan kegiatannya sebagai supplier di SiSehat, Pak Djuweri berharap dirinya dapat menjadi “Pionner” bagi rekan-rekan seprofesinya bahwa lewat gerbang koperasi upaya dapat dikembangkan untuk menjadi peluang menjalin usaha mempersiapkan hari tua. Jadi walaupun PNS, jangan kemudian santai dengan hanya mengandalkan gaji dan uang pensiun, produktifitas, kreatifitas, dan inovasi tetap harus dijaga bahkan dikembangkan.

Saat mewancarai, SiSehat melihat sosok Pak Djuweri bukan hanya sebagai seorang ayah dan suami yang baik dan seorang wirausahawan handal, tetapi juga sosok yang selalu ingin berbuat banyak pada masyarakat. Baru-baru ini Pak Djuweri mengadakan pelatihan kuliner untuk kesekian kali bekerjasama dengan Bogasari untuk melatih pengusaha-pengusaha kecil. Beliau tidak segan meminjamkan modal untuk mendorong tumbuhnya bibit-bibit wirausahawan baru. Kebahagiaannya adalah ketika mengetahui bahwa usahannya menciptakan masyarakat mandiri membawa hasil yang efektif.

Untuk Koperasi

Sebagai salah satu anggota SiSehat, beliau mempunyai harapan agar SiSehat akan terus berkembang menjadi semakin besar, bukan hanya menjadi koperasi dengan unit Simpan Pinjam, parkir, dan retail saja. Tetapi SiSehat juga mampu mengambil peran sebagai distributor, terutama distributor bahan pokok. Pak Djuweri yakin jika SiSehat mampu berperan sebagai distributor, maka perkembangan SiSehat akan semakin pesat lagi.

Sungguh pengalaman yang luar biasa dapat bertemu dengan sosok pekerja keras dan hamba yang taat seperti pak Djuweri. Bicara dengannya, tim SiSehat merasa seperti seperti mengikuti kuliah umum dari seorang motivator terkenal, walaupun tidak setenar Mario Teguh atau Rhenald Kasali, tapi pengalaman dan sikap hidupnya patut diacungkan jempol. Bisa dijadikan contoh, inspirasi, atau teman yang dapat memberi saran tentang cara memulai usaha. Sangat menginspirasi bukan? Bagaimana dengan anda? [Widha]


0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template