Home » , , » Griya Cantik Ala Bu Susio

Griya Cantik Ala Bu Susio

Sejuknya sore itu di Desa Kutasari 07/IV, Purbalingga, menjadi penghangat suasana obrolan tim SiSehat dengan salah seorang anggota siSehat. Beberapa hari sebelum kedatangan tim siSehat ke kediamannya, sang anggota menghelat soft launching salah satu usaha barunya, Griya Cantik Oksi. Sejauh mata memandang, griya cantik inilah satu-satunya yang berdiri di antara bangunan yang melintas di Desa Kutasari. Dengan kata lain, griya cantik Oksi inilah tempat kecantikan yang pertamakali hadir di desa tersebut. Usaha yang melayani ragam treatment kecantikan perempuan ini dimiliki oleh Ibu Susio Maryati. Seorang anggota siSehat yang sangat aktif dalam memanfaatkan pelayanan koperasi.
Awalnya tak ada pikiran membangun usaha Griya Cantik, semuanya berjalan begitu saja. Tiba-tiba ada ide, kemudian ide tersebut dijalankan. Maklum ibu kelahiran 30 November 1966 ini sudah biasa menjalakan segala jenis wirausahanya. Dari mulai jual-beli tanah, buka kios sampai unit usaha jasa cuci motor yang dijalankannya di Sokaraja. Usaha-usaha itu mengalir begitu saja, pengalaman lah yang menjadi guru berharga bagi beliau. Pengabdian menjadi PNS tidak menjebaknya dalam zona nyaman, beliau tetap berusaha kreatif dalam menelurkan ide-ide bernasnya. Maka pilihan untuk terus berinvestasi dengan melakukan usaha menjadi pilihan bijak.
Hal yang menarik dari sisi kreatifitas Ibu Maryati ini, selalu melibatkan peran keluarga dalam pilihan-pilihan dan proses menjalankan usahanya. Secara tak langsung beliau ikut memberdayakan keluarga. Untuk usaha yang baru ini, beliau juga mengajak saudara dari sang suami untuk ikut mengelola griya cantik. Kemudian untuk manajemen hariannya diserahkan sepenuhnya kepada anak pertamanya, Esa Oksila Dintasari. Ide pembukaan griya cantik ini pun juga ada andil dari sang anak, yang memang belakangan sudah menaruh minat dalam pelayanan kesehatan. Maka brand dari usaha baru ini, Oksi diambil dari nama Oksila, nama panjang anak pertamanya. Tentu ragam kreasi ini tidak dijalankan sendiri, ada sang suami yang setia membantu. Bapak Turdyanto, suami dari Ibu Susio Maryati selalu teman diskusi sebelum memilih keputusan yang diambil.
Latar pendidikan Ibu Maryati ini sama sekali tidak berkaitan dengan ilmu ekonomi. Saat SMA pun, kenanganya, beliau masuk kelas IPA yang lebih banyak berkutat di ilmu alam. Aku dari ibu dua anak ini semua bisnisnya dipelajari karena pengalaman dan keberanian. “Ditambah juga faktor situasi dan lingkungannya yang memang mendukung,” Ibu Maryati menegaskan kembali.

“Menempelkan Koperasi di Mana-Mana”
Ibu Maryati ini bisa dibilang memahami benar manfaat dari berkoperasi. Aktivitas pemanfaatan pelayanan dari koperasi benar-benar diarahkan untuk kegiatan produktif. Semua rangkaian kreasi ini selalu berkait dengan koperasi. “Ini koperasi sudah di tempel di mana-mana, ada yang buat tanah, kios, terus yang ini juga, “ ujarnya sambil menunjuk bangunan Griya Cantik Oksi. “Tuh kulkas baru yang ada di dalam sana, untuk menyimpan cream, itu dananya dari koperasi juga,” jelas Ibu Maryati sambil tertawa.

Hal ini tentu perlu diapresiasi. Dalam hal ini Ibu Maryati bisa menjadi uswatun hasanah dalam pemanfaatan layanan koperasi. Secara bijak, beliau bisa menjadikan keanggotaannya di koperasi sebagai daya dukung dalam menjalankan ide-ide kreatifnya. Ide-ide cerdasnya memang sering mengalir begitu saja, tapi perencanaan yang matang tidak bisa terpisahkan dari keberhasilan Ibu Maryati dalam mengelola bisnisnya.

SiSehat tentu patut berbangga memiliki anggota seperti Ibu Maryati, karena siSehat sebagai koperasi yang secara bertahap ingin menjalankan koperasi berbasis jati diri tentu berharap besar semua layanan yang diberikan kepada para anggota selalu memiliki nilai edukatif. Secara prinsip, koperasi adalah perkumpulan orang yang bersinergi dan saling bekerjasama. SiSehat pun demikian mencoba selalu memfasilitasi potensi-potensi kerjasama antar organisasi. Saat Ibu Maryati memanfaatkan layanan koperasi, secara tidak langsung kontribusi para anggota lain yang melakukan aktivitas menabung di koperasi ikut andil. Inilah prinsip gotong-royong yang bersifat laten dalam perjalanan koperasi.

Tentang Griya Cantik Oksi
Sebelum membangun usaha griya cantik Oksi ini, dulu Ibu Maryati beserta sang anak seringkali mengikuti ragam pelatihan kecantikan dan workshop perawatan tubuh. Nah, ilmu-ilmu yang didapat tentu sayang kalau tidak praktikan, lahirlah ide untuk membangun usaha griya cantik ini.

Bila penasaran dengan rumah cantik ini, anda bisa langsung berkunjung ke Griya Cantik Oksi di Jalan Raya Kutasari (Depan Bank Suya Yudha), Purbalingga. Soal biaya, Oksi memberikan harga yang sangat bersahabat. Apalagi ada harga khusus bagi pelajar dan juga member. Griya Cantik Oksi memang membuka member buat para pelanggannya.

Griya cantik ini berbeda dengan salon, griya cantik pelayanannya lebih khusus untuk perawatan kecantikan. Untuk body treatment, Oksi melayanai lulur massage, mandi rempah, dan steam body. Sedangkan untuk face treatment, griya cantik ini membuka layanan facial, manual akufacial, dan totok wajah. Dan untuk hair treatment, Ibu Maryati menyediakan layanan seperti creambath, hairmask dll.  Yang lainnya griya ini juga melayani ratus sampai pra weding care. Dan yang tak kalah menarik, Griya Cantik Oksi juga melayani post natal nature treatment  atau perawatan pasca bersalin natural. Ibu Maryati membuka layanan ini karena beliau sering melihat banyak ibu pasca melahirkan natural yang menjadi “terlantar”. Para ibu jadi tidak memperhatikan “kecantikan dari dalamnya”. Maka  dengan bekal pengetahuan kesehatan yang cukup, beliau menilai membuka jasa ini menjadi penting. Adapun jenis pelayanannya dari mulai konseling ASI, tindik bayi, perawatan payudara, pijat oksitosi, manual akufacial, dll.

Ibu Maryati memang begitu memperhatikan pentingnya hospitality kepada anggota. Segala titik diperhatikan untuk menunjang kepuasan calon pelanggannya. Selain ruangannnya yang ekslusif dan ber-AC, griya cantik ini juga menyediakan welcome drink gratis bagi para pengunjung. Welcome drink yang disajikan tak lain adalah hasil racikan langsung tangan Ibu Maryati. Kemudian yang tak kalah asyiknya, ada salah satu sudut ruangan yang dikemas menjadi “Sudut Cantik” tempat bernarsis para pelanggan yang sudah perawatan. Inilah sudut yang dijadikan khusus untuk ajang foto-foto. Jadi bila anda berkunjung ke tempat ini, sudah disambut dengan welcome drink, dilayani di ruang ekslusif, lalu bisa bernarsis ria pula.

Begitulah sepenggal cerita dari anggota yang kesehariannya mengabdi di Ruang Flamboyan RSMS. Keyakinan yang tinggi membawa Ibu Maryati bisa mengeluarkan dan menjalankan ide-ide segar dalam berwirausaha. Dan tentunya keyakinan tersebut ditemani dengan doa kepada Yang Kuasa yang telah mengatur rezeki kepada para hamba-Nya dan selalu memberi kemudahan dalam setiap jalan. “Kita pasti bisa!” tegas Bu Susio di sela-sela obrolan dengan tim siSehat. Nah, Bu Susio Maryati bisa, pasti yang lain pun bisa. []

1 komentar:

  1. Sukses buat Mba Susio.....saya juga pengin tuh buka usaha seperti itu, pengin memberi peluang bekerja untuk sodara/teman. Smoga cpt menyusul...Aamiin.

    BalasHapus

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template