Home » , , » Bukan Bakat Biasa

Bukan Bakat Biasa

Adakah diantara anda yang pernah bermimpikan berprofesi sebagai penyiar radio, pewawancara, pembawa berita, pembawa acara, maupun seorang standup comedian? Bagaimana mereka bisa mengoceh berjam-jam tanpa lawan bicara dan tanpa kehabisan bahan, bagaimana mereka bisa mengendalikan audience agar tidak jenuh kemudian pindah ke channel lain, Bagaimana mereka membuat audience ikut aktif dalam suatu obrolan? Sungguh membutuhkan suatu bentuk kecerdasan lungistik bagi siapapun yang berkecimpung di bidang itu, bukan hanya modal omong atau cerewet saja. Tapi kemampuan komunikasi dan percaya diri tinggi.

Kenalkah anda dengan sosok Bapak Suworo? Pria yang sehari-harinya berdinas di RS Margono Soekardjo di bagian IGD ini adalah salah salah satu orang yang beruntung diberikan bakat yang tidak semua orang memilikinya.  Sebelum wawancara, tim Sisehatpun tidak menyangka, bapak yang tanggal 15 April ini genap berusia 37 tahun mempunyai bakat terpendam sebagai seorang MC. Yang unik lagi, Bapak Suworo yang beralamat di desa Tambaksari, Kembaran ini, ternyata sudah berjodoh dengan SiSehat sejak lama, buktinya sang istri tercinta Ridho Pujiani dulunya merupakan salah satu karyawan KPRI Sehat, sungguh kebetulan yang tidak biasa.

Tim SiSehat berhasil mengorek sedikit informasi tentang kehidupan masa kecil anak ke 7 dari 7 bersaudara ini yang lagi-lagi penuh perjuangan. Bapak Suworo ini tidak pernah melihat sang ayah yang telah dipanggil oleh sang Khaliq sejak dari kandungan. Sang ibu yang  sehari-hari berdagang kebutuhan pokok di pasar Ceremei ini harus menghidupi ke 7 anaknya, dengan dibantu kakak tertua. Kehidupan yang berat mungkin, tapi bukankah Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melampaui kemampuan hambanya. Kadang-kadang kehidupan seperti ini yang justru memacu semangat untuk maju dan berkembang. Menjauhkan sifat manja dan malas. Walaupun dengan kehidupan yang sangat sederhana itu, sang ibu tetap mementingkan pendidikan anak-anaknya, ia ingin supaya anak-anaknya tetap mengecap bangku sekolah. Itupun bukan tanpa perjuangan. Untuk bersekolah, saat itu mereka tidak dapat bersepatu, sepatu yang hanya satu-satunya itu Bapak Suworo gunakan secara bergantian dengan kakak-kakaknya, sampai pada akhirnya sepatu itu robek. Keterbatasan bukanlah alasan untuk kemudian menutup diri, selama masih ada akal dan tenaga, usaha harus selalu ada.

Bapak Suworo mengawali karir di RS Margono Soekardjo sebagai Cleaning Service. Menyandang status sudah bekerja tidak lantas membuat Bapak Suworo puas. Demi mengejar mimpi memperoleh pendidikan yang lebih baik, disamping bekerja Pak Suworo juga bersekolah di paket C, kebetulan ia menjadi kakak kelas dari Pak Tohir sang Supplier Beras KPRI Sehat yang kemudian bekerja di institusi yang sama yaitu RS Margono Seokerdjo. Cita-cita Pak Suworo adalah menjadi seorang perawat. Namun Tuhan berkehendak lain, saat penjurusan paket C ia masuk ke jurusan IPS, akhirnya mimpi itu terkubur. Lantas ia berpindah haluan, tak harus menjadi seorang perawat, yang penting ia dapat bekerja sebagai pegawai di rumah sakit.Suatu bentuk sikap mental positif yang patut diacungi jempol.

Sidejob yang menyenangkan

Mengenai bakat terpendam dari Bapak Suworo, semata-mata bukanlah sebuah “gift” yang diberikan oleh Tuhan. Untuk menjadi seorang MC yang baik banyak hal yang harus beliau lewati. Saat ditanya tentang awal mula terjun ke dunia MC ini, Bapak Suworo bercerita pada SiSehat. Permulaan ketertarikannya pada dunia MC ini adalah saat diselenggarakannya pelatihan Public Speaking yang diadakan pemerintah daerah, disana ia diajarkan bagaimana berbicara di depan orang banyak, bagaimana gestur tubuh yang baik, bagaimana harus bermenghadapi audience, bagaimana membawa suasana dalam suatu acara. Berbekal suara yang “bulat dan kepiawaiannya dalam mengolah komunikasi maka bakatnya menyebar dari mulut ke mulut. “Sekarang ini kebanyakan order dari rekan-rekan rumah sakit. Untuk yang lain Insya Allah akan menyusul”. Berbagai jenis acara dapat dibawakan dengan baik oleh Bapak Suworo, mulai dari acara pengajian di lingkungan RT, MC acara pernikahan, sampai MC turnamen Gubernur Cup di Gor Satria bersama anggota DPRD Jateng, Bapak Kukuh Birowo.

Dalam hal membawakan acara ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan, banyak unggah-ungguh yang harus diperhatikan. Terutama dalam acara-acara bernuansa Jawa. “Jika membawakan acara adat Jawa, banyak yang harus diperhatikan. Misalnya, kita biasa sering dengar orang bilang ‘Menginjak acara ke -2, 3 dst’, itu dianggap tidak sopan. Harusnya ‘Acara selanjutnya adalah…’ itu baru benar”. Untuk menambah pengalaman beliau selalu mencari referensi dari pembawa acara senior. Terlebih tentang bagaimana membuat audience tidak jenuh.

Jika ditanya tentang apa pengalaman paling berkesan mengenai profesinya sebagai MC. Beliau mengatakan bahwa acara yang adalah ketika ia didaulat menjadi MC pada acara pengobatan masal dan pengajian akbar bersama Ustadzah Lutfiah Sungkar yang diadakan yayasan Basmallah dengan dihadiri ribuan orang. “Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa tampil dimuka orang banyak dengan acara semegah itu”, ujarnya.
Di sela-sela waktu kerja dan order MC-nya, Bapak Suworo juga mempunyai kegiatan di lingkungan rumah sakit, yaitu mengumpulkan limbah plastik di lingkungan Margono untuk kemudian di loak ke pengepul yang lebih besar. Dari sidejob ini beliau dapat mempekerjaan seorang ibu dan anaknya sebagai penyortir limbah plastik tersebut. “Kalau hasilnya memang tidak terlalu besar, tapi lumayan untuk kegiatan, juga bisa membantu orang lain” tuturnya. Harapannya untuk usaha kecil-kecilan ini adalah suatu saat nanti ia bisa membuka usaha pengepulan milik sendiri. Ternyata dari “benda buangan”, jika ditekuni dengan baik juga dapat menghasilkan suatu nilai guna, bukan hanya dari segi finansial, tapi juga orang lain, serta lingkungan.

Sosok bapak Suworo juga merupakan sosok yang sangat mencintai anak-anak, sebagai wujudnya ia menjadi ketua pengurus Taman Pendidikan Qur’an di lingkungan tempat tinggalnya. Saat ditanya mengenai anak-anaknya, ayah dari 1 orang anak berumur 3 tahun ini ia mengatakan bahwa ia tidak akan memaksakan cita-cita untun putri semata wayangnya. Tapi jika sang putri berkenan ia ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah kesehatan untuk bisa menjadi seorang perawat, melanjutkan mimpi sang ayah menjadi seorang perawat yang sempat tertunda.
 
Bapak Suworo juga menjalin kerjasama dengan SiSehat sebagai penyalur accesoris dengan merk “Aya Collection” milik Bu Hermin yang juga bekerja di RS Margono Soekardjo. Disini Beliau sebagai pelaksana dan perantara antara pihak Bu Hermin dan SiSehat. Beliau adalah satu dari sekian banyak anggota yang tertarik bekerjasama dengan SiSehat, salah satu dari sekian banyak orang yang bisa melihat peluang usaha dari keberadaan SiSehat.

Untuk SiSehat

Jika ditanya tentang harapannya bagi SiSehat, ia berharap SiSehat lebih aktif lagi dalam menggiatkan kegiatan yang dapat melibatkan partisipasi anggota terhadap koperasi. Jika dulu koperasi punya program Super Poin, maka harapannya akan banyak kegiatan yang lebih mendekatkan anggota dan koperasi, yang dapat lebih membangun loyalitas anggota terhadap koperasi.
 
Selain itu ia berharap agar kedekatan antara pihak manajemen dengan anggota dapat ditingkatkan. Mulai dengan hal sederhana, yaitu komunikasi. Dapat menjalin komunikasi ringan antara anggota dengan pihak manajemen akan mempererat hubungan kekeluargaan, yang tentu saja hubungannya dengan rasa kepemilikan dari semua anggota terhadap koperasi.
 
Diakhir wawancara singkat SiSehat dengan anggota bernomor 1836 lagi-lagi berharap agar SiSehat dapat berkembang dengan lebih baik lagi, bukan hanya dari segi omset tetapi juga dari segi hubungan dengan anggota. Serta harapan khususnya agar “bakat terpendamnya” dapat diketahui oleh khalayak umum khususnya di lingkungan RS Margono Soekarjo agar job-job sebagai MC bisa semakin banyak.
 
Hal yang bisa kita ambil disini adalah bagaimana sesuatu dapat dikenal, diterima, melekat dihati orang banyak, untuk kemudian jatuh cinta. Bukankah tidak kenal maka tak sayang?

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template