Home » , , , , , » Perusahaan Cokelat Ini Sukses karena Adil terhadap Karyawan

Perusahaan Cokelat Ini Sukses karena Adil terhadap Karyawan

Divine Chocolate saat ini menjadi salah satu merek cokelat yang terkenal di Inggris. Di balik kelezatan cokelat itu, ternyata ada suatu hal yang unik.
Dilansir BBC, Senin 5 Mei 2014, pendiri Divine Chocolate, Sophi Tranchell, sangat senang menggambarkan dirinya sebagai orang yang radikal.



Saat muda, wanita berusia 49 tahun itu adalah seorang aktivis anti-apartheid yang berkomitmen mengawasi perusahaan besar Inggris yang melakukan bisnis dengan Afrika Selatan agar tidak melakukan diskriminasi warna kulit.

Tranchell dikenal sebagai tokoh terkemuka yang menggalakkan gerakan perdagangan yang adil. Tujuan pergerakan yang dia lakukan adalah memastikan para petani dan pekerja di negara berkembang mendapatkan harga yang lebih baik dan diperhatikan kondisi kerja mereka.

Perusahaan cokelat yang didirikannya pada 15 tahun lalu itu juga menerapkan prinsip keadilan, yakni sebanyak 45 persen saham perusahaan itu dimiliki kolektif oleh petani kakao di Ghana, Afrika Barat.



Para petani kakao itu mendapatkan persentase keuntungan yang sama. Selain itu, petani memiliki dua kursi di dewan perusahaan.

Tranchell ingin memberikan contoh kepada perusahaan-perusahaan yang ada bahwa sebuah perusahaan yang adil terhadap karyawannya juga bisa meraih sukses.

"Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa melakukan bisnis dengan cara yang berbeda, dan bisa melakukannya dengan baik," ujarnya.

Divine Chocolate berdiri pada 1998 oleh Kuapa KoKoo, komunitas petani kolektif di Ghana, dengan Twin Trading, perusahaan dagang di Inggris yang mengutamakan keadilan. Twin Trading sebelumnya telah mendirikan Cafedirect, perusahaan yang memproduksi kopi.

Departemen Pembangunan Internasional Inggris mengakui keberhasilan perusahaan cokelat itu dan memberikan jaminan pinjaman untuk membantu perusahaan cokelat milik Tranchell mendapatkan pinjaman bank.

Tranchell sebenarnya tidak memiliki pengalaman di industri cokelat, atau bahkan sektor ritel. Sebelumnya, dia menjalankan bisnis film dan bioskop. Dia membawa film bahasa asing ke bahasa Inggris.

Tetapi, dia meyakinkan Twin Trading, bahwa dengan pengalamannya melakukan bisnis di luar negeri, dia bisa mengembangkan bisnis cokelat.

Pada tahap awal, dia mendapatkan kontrak dengan perusahaan asal Jerman untuk bisa memasok cokelat produksinya ke 50 supermarket di Inggris. Tak berhenti di situ, Tranchell terus berekspansi memasarkan produk cokelatnya.

Pada 2006, atau tujuh tahun sejak didirikan, Divine Chocolate membukukan keuntungan pertamanya. Namun, pertumbuhan perusahaan tidak berjalan mulus, perusahaan cokelat itu sempat terhantam krisis keuangan global pada 2008 dan 2009. Namun, dia berhasil melewati masa sulit itu.
 
Sumber: Vivanews

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template