Home » , » Presiden SBY Minta Pemerintah Daerah Mendukung Koperasi

Presiden SBY Minta Pemerintah Daerah Mendukung Koperasi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga kanan) didampingi Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono (kedua kanan) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho (kiri) dan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan (kedua kiri) memegang Tepak, pada Hari Koperasi Nasional ke – 67, di Medan, Sumut, Selasa (15/7). Peringatan Hari Koperasi Nasional tersebut mengangkat tema Koperasi Indonesia Menuju Ekonomi Global.

Medan ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah daerah mendukung, membina dan memajukan koperasi agar kemakmuran dinikmmati semua kalangan. “Harus pro koperasi dan UKM, jangan hanya berorientasi pada pengusaha besar,” katanya di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke -67 di Lapangan Benteng Medan, Selasa [15/07] .

Dia menegaskan, jangan sampai kemakmuran dan pengambil keputusan hanya untuk kepentingan kapitalis, tetapi harus di semua kalangan termasuk UKM dan koperasi."Kita tidak ingin kesenjangan melebar. Kalau makmur dan sejahtera, jangan sendiri-sendiri tetapi bersama- sama," katanya.
Presiden menyebutkan, perekonomian Indonesia yang tahun ini masuk dalam 10 besar dari sebelumnya di 20 besar dunia sangat membanggakan dan bagus."Itu (perekonomian) bagus, asal jangan sampai perekonomian itu dirasakan kelas tertentu," katanya.

Untuk bisa dirasakan semua, maka gubernur dan bupati/walikota harus membantu.membina dan mendorong Koperasi dan UKM. "Kemajuan koperasi menjadi tanggung jawab pemda masing-masing. Era globalisasi, bukan berarti koperasi tidak lagi relevan dan ketinggalan karena dengan usaha itu, kemakmuran dan kesejahteraan bisa dirasakan seluruh rakyat," ujar Presiden.
Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, mengatakan, Pemerintah Provinsi menyadari potensi koperasi yang harus ditumbuh kembangkan baik dari jumlah koperasinya, keanggotaan dan kualitasnya sehingga mampu berdaya saing dengan daerah lain dan internasional."Koperasi dan UMKM jadi handalan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Perekonomian Sumut sendiri cukup berkembang bagus dan menjadi tujuan investasi. Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil, H. Syarief Hasan, mengakui masih banyak koperasi di Indonesia yang tidak aktif sehingga perlu direvitalisasi dan dilakukan pengawasan sehingga tidak menyalahkan fungsi koperasi. "Tetapi di sisi lain peningkatan kualitas dan kuantitas koperasi sudah sangat terlihat membawa dampak positif terhadap penurunan kemiskinan," katanya.

Di tahun 2013, koperasi Indonesia telah diakui sebagai koperasi berskala internasional. "Itu semua hanya terjadi pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," katanya.
Koperasi Dan UKM Sumut Meningkat

Perkembangan koperasi di Sumatera Utara cukup bagus mencapai sekitar 11.800 unit ditambah 2.500 usaha kecil dan menengah, kata Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho di Medan, Selasa.
"Meski bertumbuh, kami dari pemerintah provinsi menyadari masih harus diikuti penambahan anggota dan kualitasnya," katanya pada acara puncak Hari Koperasi ke-67 yang dihadiri Presiden H Susilo Bambang Yudhoyono.Mengacu pada visi Pemprov Sumut 2013-2018 yaitu menjadi provinsi yang berdaya saing menuju Sumut sejahtera, maka koperasi dinilai perlu terus dikembangkan sejalan dengan sektor lainnya.

Gatot menegaskan, dewasa ini dengan jumlah penduduk sebesar 13.042.317 jiwa yang tersebar di 25 kabupaten dan 8 kota, Sumut dikenal juga sebagai "negeri berbilang kaum".Sumut merupakan miniaturnya Indonesia karena masyarakatnya heterogen terdiri dari 8 etnis asli dan 8 sub etnis serta ditambah hampir seluruh etnis di Nusantara, termasuk beberapa keturunan etnis pendatang.
"Dengan kondisi itu, Sumut dewasa ini menjadi salah satu tujuan utama investasi dari berbagai negara yang sangat menjanjikan dan memiliki peluang dan potensi sumber daya alam yang besar," katanya. Dia menegaskan, keberpihakan terhada UKM dan koperasi bisa dibuktikan dengan sudah terbentuknya lembaga penjamin kredit daerah yang berfungsi menjamin kredit koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.

Untuk menumbuhan wirausahawan baru, katanya, telah diadakan program terobosan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi seperti universitas di daerah itu. Jumlah wirausahawan baru yang muncul yakni 187.966 UMKM dengan menyerap 274.812 tenaga kerja, yang patut disyukuri karena terjadi di tengah tekanan ekonomi dunia dan regional yang cenderung lesu.

Semakin menggembirakan, karena usaha itu juga dipercaya perbankan dengan serapan dana kredit sebesar Rp 37,5 triliun. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan, gubernur/wali kota/bupati harus pro koperasi dan UMKM. "Pemerintah daerah harus membina dan mengasuh koperasi dan UMKM sehingga perekonomian semakin pesat dan kemakmuran dinikmati semua kalangan," katanya. ( ant )

Sumber: Berita Sore

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template