Home » , , » dr. Daliman, Spog, Dokter yang Peduli Pendidikan

dr. Daliman, Spog, Dokter yang Peduli Pendidikan

Kali ini siSehat mendapat kesempatan berbicang-bincang dengan seorang anggota: dr. Daliman. Di tengah kesibukannya melayani masyarakat siSehat mendapat kesempatan bersua. Sebagai anak dari seorang pedagang membuat pria ini begitu luwes dalam mengaktualisasikan ekspresinya. Memang kedua-orang tuanya sempat menyampaikan harapan untuk mencari penghidupan yang tak jauh dari dunia bisnis yang sudah ditekuni lama oleh orang tua, termasuk untuk pilihan dunia pendidikan. Namun dr. Daliman remaja memilih jalan lain. Karena hati kecilnya memang lebih senang dengan ilmu pasti. Maka setelah lulus sekolah menengah atas pilihan melanjutkan pendidikannya justru jurusan teknik sipil dan kedokteran. Setelah ujian akhirnya masuk jurusan kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Saat duduk di bangku kuliah, beliau termasuk mahasiswa berprestasi dibuktikan dengan beasiswa Supersemar yang didapatkannya.

Singkat waktu berjalan, sang dokter memutuskan memilih spesialis. Sempat tersirat dalam benak beliau untuk memilih spesialis bedah, namun akhirnya sebagaimana yang diketahui, dr. Daliman memilih kebidanan. Pilihan inilah akhirnya yang menjadi pilihan pengabdian dalam hidupnya.

Perjalanan hidup dr. Daliman cukup dinamis, di pertengahan masa pendidikan dokternya beliau sempat terpikir untuk ambil wamil Angkatan Udara saat itu. Namun karena satu lain hal niat itu urung dilaksanakan. Sebelum menginjakan kaki di Purwokerto, beliau sempat merantau ke Kalimantan di salah satu tempat pengeboran minyak sambil menunggu SK pengabdiannya di Gombong.

Tentang Ide yang Muncul

Dr. Daliman tidak bisa dihilangkan karakternya yang selalu menelurkan ide-ide bernas, khususnya dalam bisnis. Jauh sebelum membuka praktik klinik sekarang, sempat beliau teride, sebagai seorang anggota koperasi, untuk merintis bagaimana kalau dokter-dokter yang mengabdi di RSUD Prof. Margono Soekarjo  membuka praktik bersama yang dikelola sendiri, prinsipnya seperti koperasi dokter. Ia memimpikan para dokter untuk memperluas manfaatnya bisa membuka praktik bersama bahkan apotek bersama. Ia menjelaskan ide tersebut sempat dibicarakan dengan cukup serius dengan rekan-rekan seprofesinya, namun karena  beberapa factor mimpi tersebut belum bisa dilaksanakan.

Mimpi dr. Daliman tidak sampai situ, beliau terus merajut mimpinya. Beliau mengharapkan bisa membangun institusi pendidikan (kesehatan), RS bersalin, sampai perguruan tinggi. Sebuah mimpi yang perlu diapresiasi luar biasa. Dan batu bata mimpinya pertama yang beliau rangkai yaitu mendirikan Klinik Erde 21. Erde 21 hadir di kota Purwokerto untuk dapat melayani kesehatan keluarga khususnya persalinan dan konsultasi spesialis kebidanan. Erde 21 didukung alat spesialis kebidanan dan persalinan yang mutakhir dan berteknologi. Harapan besar dari lahirnya erde 21 yaitu mampu menurunkan risiko kematian dan kesakitan ibu hamil, melahirkan dan bayi yang dilahirkannya. Bagi masyarakat Purwokerto dan sekitarnya mungkin berasa tidak asing dengan klinik ini. Tapi mungkin sedikit yang tahu makna arti dari erde 21. Dari obrolan dengan beliau, siSehat akhirnya tahu makna dibalik nama erde 21 yang tak lain adalah singkatan er berarti “R” untuk nama sang istri, dan de berarti “D” adalah nama beliau. Kemudian 21-nya? Nah, ini yang unik angka 21 didapat berasal dari filosofis angka dalam kartu keluarga. Biasanya angka 2 kan menunjukan sang istri, dan 1 untuk kepala keluarga atau suami. Jadi 21 tak lain adalah simbol dari istri-suami. Yang menarik, penggunaan angka 21 ternyata tidak final. Dr. Daliman mengharapkan ada keberlanjutan yang diteruskan oleh anak-anaknya yang kini semua terjun di dunia kesehatan. Bila dalam kartu keluarga angka 3 merujuk pada anak pertama, dan 4 merujuk pada anak kedua. Berarti beliau berharap semoga kedepan bisa berdir erde 23, dan erde 24.

Batu-bata mimpi selanjutnya yang beliau rangkai adalah dengan membangun sekolah kesehatan di Purwokerto. Adalah SMK Mulya Husada Purwokerto yang berdiri pada tahun 2012 lalu. Dr. Daliman memang sangat peduli dengan pendidikan, ia merasa pendidikan menengah untuk kesehatan di Bumi Banyumas, khususnya Purwokero masih kurang. Maka akhirnya dua tahun lalu ia mendirikan SMK yang beralamat di Jalan Baturraden Timur Nomor 57,Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang. SMK Mulya Husada hingga saat ini telah memiliki 3 Jurusan di Bidang Kesehatan. Adapaun untuk Program Keahlian/Jurusan unggulan yaitu Perawat Kesehatan dan Farmasi. Saat ini, tercatat ada 113 siswa, yakni 43 siswa kelas X dan 70 siswa kelas XI yang telah merasakan manfaat pendidikan bersekolah di SMK Mulya Husada. Lulus dari sekolah ini diharapkan bisa kerja menjadi asisten perawat, asisten farmasi atau asisten tenaga pemelihara peralatan ekeltronika medis. Bagi dr. Daliman karya SMK ini adalah sebagai usaha untuk beribadah dengan cara lain. “Jujur dalam usaha (membangun sekolah) ini saya bukan untuk mencari untung,” jelasnya kepada siSehat. Maka SMK yang didirikan ini juga ditujukan terutama bagi generasi masa depan yang kurang mampu secara sosial ekonomi. Sungguh sebuah pengabdian yang luar biasa dari pria kelahiran Klaten ini.

Sosok dr. Daliman adalah tauladan. Tentang mimpi dan beberapa pencapaiannya belumlah selesai, beliau masih menjadikan ini semua sebagai proses panjang. Klinik dan sekolah menengah kejuruan kini telah berdiri, semoga kelak mimpi dr. Daliman untuk membangun RS Bersalin dan Perguruan Tinggi Kesehatan tercapai. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template