Home » , , , » Glenn, Bule Penjual Burger yang Peduli Pendidikan

Glenn, Bule Penjual Burger yang Peduli Pendidikan

Kursi antrian RSUD Prof. Margono senin pagi (20/102014) seperti biasa cukup penuh. Di antara ratusan kepala, ada satu yang tidak sengaja menjadi perhatian siSehat. Ternyata ada Mr. Glenn Allan McGrew, bule asal Amerika yang beberapa waktu lalu banyak diliput media, baik lokal maupun nasional karena aktivitas jualan burgernya di Jl. Kober, Gg. Riswan No.25 (sebelumnya di sebelah Pasar Kober), Purwokerto untuk membantu sang istri karena sakit kanker. Bersama sang istri dan anaknya, ia menunggu antrian. Kesempatan ini siSehat manfaatkan untuk mengajaknya wawancara, atau lebih tepatnya ngobrol ringan.

Dengan ramah, Glenn memberikan kami izin untuk wawancara. Tak berselang lama, ia bercerita banyaknya liputan tentangnya di berbagai media. Ia mengapresiasi dukungan dari media yang bisa mengundang empati para pembaca, tapi sebenarnya Glenn sama sekali tidak memerlukan hal demikian.“Walaupun kami sedang susah, masih banyak orang-orang yang perlu bantuan daripada kami,” tegasnya. Dari sini siSehat menjadi lebih paham tentang sosok Glenn McGrew yang ternyata sangat mandiri. Ia tak ingin mendapat belas kasihan dari siapapun, tapi dia tersentuh oleh penawaran bantuan yang tak terduga yang memberikan dia harapan untuk masa depan bumi. Sambil menepuk salah satu tim siSehat, ia berkata, “semoga cepat sembuh!” Begitulah Glenn mencontohkan sebenarnya apa yang diharapkan. Tak lebih, ia sudah senang dengan bantuan doa dan dukungan moril.

Mr Glenn bersama keluarga
Obrolan yang dibuka tentang berita-berita media tersebut, kemudian dilanjut dengan obrolan Glenn dalam memandang pendidikan di Indonesia. Selain berjualan burger bersama istrinya, Purwita Wijayanti, ternyata ada sisi lain yang inspiratif dari dirinya. Glenn termasuk orang yang concern dalam pendidikan yang maju. Selama mengawali hidupnya di Indonesia, Glenn beberapa kali menjadi pengajar di beberapa sekolah dan kursus, dan juga diundang sebagai keynote speaker/pengajar tamu di beberapa tempat, termasuk UNNES, UNDIP, UNSIL, UNSOED, STAIN dan IKIP-PGRI, dan pernah sampai sejauh NTT untuk memberikan workshop pendidikan yang asyik. Sebelum tinggal di Kabupaten Banyumas, ia pernah tinggal di Bekasi, Jakarta dan Semarang. Di Purwokerto sudah berkali kali diundang jadi dosen tamu oleh Universitas Jenderal Soedirman untuk memberi ceramah tentang pendidikan yang maju, juga tempat pendidikan lain tentang beberapa topik, termasuk pendidikan yang maju, motivasi belajar bahasa Inggris dan pelestarian lingkungan hidup/perubahan iklim. 

Mr Glenn saat membaca sisehat corner
Pemikiran konsep pendidikan maju ini yang sedang Glenn tuangkan dalam sebuah buku. Pendidikan yang maju ini bertujuan agar pendidikan, sebagai mestinya mendidik yaitu memberi pencerahan, bisa menghasilkan orang-orang yang mandiri, baik mandiri secara pemikiran dan juga usaha. Bukan hanya sebatas menjadi pekerja. Inilah kritik membangun dari Glenn tentang realitas pendidikan di Indonesia. Karena saat ini kualitas Indonesia masih perlu daya dukung yang lebih lagi, bukan hanya melahirkan para pekerja yang terampil tapi juga konseptor yang bervisi masa depan. Menurut Glenn banyak orang tua kini yang malah terjebak labeling sekolah favorit. “Di sekolah sana banyak pialanya, nah kalau sekolahnya sudah seratus tahun dan ada seratus piala, berarti cuma ada satu piala satu tahun,” jelasnya dengan memberi analogi ringan. “Berarti itupun cuma satu murid yang mendapatkan piala setiap 4 tahun,” tambahnya lagi. 

Kemudian salah satu contoh yang ia jelaskan tentang patologi pendidikan dalam obrolan dengan siSehat, misal murid harus tepat waktu, tapi para gurunya malah terlambat 5-10 menit. Selanjutnya dari pengalamannya ia mengajar di beberapa daerah, ia pernah menemukan guru mengajar tidak sesuai dengan kapasitasnya. “Ada guru pengajar lain yang bisa berbahasa Inggris, kemudian dijadikan guru bahasa Inggris.” jelasnya. Hal tersebut, bagi Glenn, tentu tidak akan pernah mendukung pendidikan di Indonesia menjadi berkualitas. Sebagai seorang pendidik, ia menyampaikan gurupun juga harus bisa menjadi contoh bagi anak didiknya.

Glenn menganalogikan seandainya ada dua kelas yang kembar, namun yang satu diajar oleh guru yang biasa-biasa saja di sekolah favorit, tapi yang satu lagi diajar oleh guru yang hebat tapi sekolahnya biasa saja, Glenn meyakini maka kelas yang kedualah yang akan menghasilkan murid yang lebih baik. Tentang hal ini ia mengambil contoh film Laskar Pelangi, bagaimana semangat guru yang hebat bisa melahirkan anak-anak didik yang hebat pula. Titik tekan dari pendidikan adalah guru yang bisa menjadi tauladan bagi anak didiknya. Konsep pendidikan yang maju ini pernah Glenn sampaikan dalam beberapa kesempatan di beberapa instansi pendidikan di Indonesia.

Sayang setelah sang istri tercinta divonis kanker, proses penulisan bukunya terpaksa ditunda. Bahkan beberapa undangan dari instansi pendidikan untuk menjadi pembicara terpaksa semua harus ia tolak, karena saat ini Glenn memprioritaskan kesehatan sang istri. Jualan burger yang pada awalnya kegiatan utama untuk mencari uang tambahan oleh sang istrinya, kini ia lanjutkan untuk mendukung sang istri dan menghidupi keluarganya sesuai dengan UU 6/2011 tentang keimigrasian, pasal 61 "Pemegang Izin Tinggal terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf e dan huruf f dan pemegang Izin Tinggal Tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (1) huruf b dan huruf d dapat melakukan pekerjaan dan/atau usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan/atau keluarganya.". Semoga sang istri lekas diberi kesembuhan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan buku yang sedang ditulis Glenn segera terbit, tentu buku tersebut akan kita nantikan sebagai sumbangsih bagi Indonesia yang lebih baik. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template