Home » , , » Ketika Peluang Kebaikan Terbuka

Ketika Peluang Kebaikan Terbuka

Berawal dari informasi kepada siSehat yang diberikan seorang anggota, Ibu Triningsih, peluang kebaikan pun terbuka. Beliau bercerita tentang seorang nenek di salah desa di Banjarnegara yang memiliki semangat religus yang tinggi, namun akhir-akhir ini pasca sebuah kecelakan yang menimpanya membuat salah satu kakinya sulit berjalan. Ketika harus pergi ke luar rumah, ia harus berjalan sambil memegang pinggiran dinding atau apa saja yang mampu dipegannya. Bila tidak ada yang dijadikan pegangan, sang nenek harus  berjalan menyusuri tanah dengan cara merangkak, sebuah cara yang tentu sulit bagi orang seumurannya. Oleh orang-orang di sekitarnya nenek itu biasa disebut Ibu Sihom. Beliau adalah sosok yang bisa menjadi uswah. Di tengah kelemahannya, semangatnya untuk tetap beribadah ke mesjid tidak menjadi pudar. Ia tetap disiplin pergi ke mesjid di desanya. Hal ini tentu mengetuk sanubari kita, karena tidak jarang justru manusia hari ini terbuai dalam kesempurnaannya. Inderwi berjalan baik, semua bagian tubuh bisa normal bergerak, tapi masih saja ada dari kita yang belum menyempatkan diri untuk beribadah seperti yang dilakukan oleh Nenek Sihom.
Ibu Sihom bersama Ibu Triningsih

Dari cerita ini, tim sisehat bergerak untuk bersilaturahmi ke kediaman Nenek Sihom. Didampingi oleh Ibu Triningsih, tim siSehat beberapa hari lalu berkunjung ke Desa Kertayasa 04/05 Kaur IV, Banjarnegara. siSehat bersyukur memiliki anggota seperti Ibu Triningsih. Beliau memiliki kepekaan sosial yang tinggi, ketika mengetahuin informasi tentang program siSehat Peduli sehat ini langsung berkomunikasi dengan tim sisehat. Di tengah waktunya yang cukup padat, ibu kelahiran tahun 1958 ini tetap meluangkan waktu untuk mendampingi siSehat. Desa Kertayasa ini memang desa tempat Ibu Triningsih ini dibesarkan, maka tak heran ketika sesampainya di sana banyak warga yang menyapa dan bersalaman. Terkait Nenek Sihom ini, Ibu Triningsih memang sudah lama memiliki rencana untuk bersilaturahmi. Tapi karena faktor padatnya waktu pengabdian, beliau baru bisa kembali bertemu dengan Nenek Sihom.

Nenek Sihom adalah sosok yang tabah. Musibah yang menimpanya merupakan kecelakaan yang kedua kalinya. Sebelumnya kejadian yang membuat kaki kananya sulit berjalan sudah terjadi cukup lama, ia terjatuh saat melakukan suatu perjalanan. Kakinya pun terluka dan setelah itu terpaksa ia harus berjalan sambill mencari pegangan atau setidaknya hanya menggunakan tongkat, termasuk saat ia tiap hari harus berjalan menuju mesjid. Kaki nenek Sihom belum sembuh, kembali lagi cobaan menimpanya. Enam bulan lalu ia diserempet motor yang membuat kakinya semakin terluka. Ibu Sihom tidak pernah mengelur dan hebatnya, hal ini tidak membuat surut kedisiplinan dan kerajinan Nenek Sihom dalam beribadah.

Selain Ibu Triningsih, ada Ibu Ernawati yang memberikan sumbangan informasi tentang siapa yang layak untuk mendapat titipan Tuhan ini. Beliau menyampaikan cerita Ibu Ngaeni, seorang janda yang bertempat tinggal di Jalan Sunan Kalijaga, Berkoh. Kiranya informasi yang disampaikan oleh Ibu Ernawati ini akurat, karena anggota yang sehari-harinya berkerja di unit kerja ruang edelwes ini memang termasuk warga yang aktif.  Ia pernah menjadi ketua RT. Sebagai sosok yang pernah menjabat ketua RT ia tertuntut untuk selalu peka terhadap aspirasi warga sekitar. Hal inilah yang dilakukan Ibu Ernawati, bahkan sampai sekarang. Sumbangan informasi kepada tim SiSehat ini salah satu bentuk lain dari rasa tanggung-jawab antar sesama.
Ibu Ngaeni bersama Bu Ernawati

Ibu Ngaeni tinggal bertiga bersama satu saudaranya dan satu anaknya yang masih duduk di SMP. Walau sudah SMP, sang anak termasuk yang memerlukan kebutuhan khusus. Sempat ia tidak ingin melanjutkan sekolahnya. Namun berkat dukungan dari beberapa tetangga, sang anak tetap melanjutkan pendidikan. Untuk kebutuhan sehari-hari Ibu Ngaeni diperoleh dari pemberian para tetangganya yang memiliki jiwa tolong menolong yang tinggi. Bahkan, untuk rumah Ibu Ngaeni yang ditinggalinya sekarang merupakan hasil dari gotong royong warga yang salah satu inisiatornya tak lain adalah Ibu Ernawati saat dulu menjabat Ketua RT.
Ibu Tarsem

Selanjutnya informasi dari salah satu anggota siSehat yang sudah purnatugas dalam mengabdi di RSMS, Ibu Ngaipah. Beliau menyumbang informasi tentang kondisi dua orang tetangganya yang kurang mampu secara ekonomi. Yaitu Ibu Tarsem dan Bapak Madiksan. Keduanya sosok yang sudah sangat berumur. “Umurnya tujuh puluh lima tahunan” ujar Ibu Ngaipah ke tim SiSehat. Saat bersilaturahmi ke kediaman Nenek Tarsem dan Bapak Madiksan, yang kebetulan rumahnya bersebelahan, di Semingkir Rejasar RT 01 RW 08, tim sisehat dipertemukan dengan kondisi yang memprihatinkan. Nenek Tarsem tinggal berdua bersama sang anak yang kondisinya (maaf) mengalami gangguan jiwa. Tapi sebagai seorang ibu, Nenek Tarsem tetap sabar menjaga sang anak. Sang anak sebenarnya lahir dalam keadaan normal, bahkan sempat duduk di salah satu STM di Purwokerto. Tapi setelah peristiwa ayahnya, atau suami dari Nenek Tarsem memilih untuk menikah lagi, kesehatan jiwa sang anak terguncang. Nenek Tarsem untuk menyambung hidupnya ikut kerja sana-sini, tak jarang ia mengambil sisa sisa beras dari hasil panen orang lain untuk sekedar makan.
Bapak Madiksan

Tak jauh berbeda, Konsisi Bapak Madiksan pun bernasib sama. Di usianya yang senja ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan ketika ditemui tim siSehat, ia sangat kesulitan untuk sekedar duduk. Kakinya tidak lagi bisa berjalan. Menyambung hidup sehari-hari tidak tentu, karena sandaran hidup kini hanya bisa dilakukan sang istri yang mengais rezeki dari sisa-sisa beras yang ada di pasar. Kondisi rumahnya beralas tanah. Dinding yang hanya terbuat dari bilik yang sudah di beberapa titik sudah berlubang tentu tidak mampu menahan hembusan angin malam.

Hasil dari silaturahmi, siSehat berencana untuk membantu Nenek Sihom, Ibu Ngaeni, Ibu Tarsem, dan Bapak Madiksan. Adapun bantuan ini bersumber dari dana hasil akumulasi dari kotak siSehat Peduli Sehat yang tak lain dari apa yang disisihkan anggota saat transaksi di unit-unit usaha siSehat. Rencana bantuan yang akan disalurkan adalah dana sosial dan paket sembako, khususnya bagi Nenek Sihom dan Bapak Madiksan insya Alloh akan ada bantuan berupa alat bantu jalan (kruk).

Bila ada di antara anggota siSehat lain yang ingin turut berpartisipasi menyumbang, tentu niat baik tersebut akan siSehat apresiasi. Para anggota atau siapapun yang tergerak ingin membantu bisa menguhubungi bagian organisasi siSehat (085723504025). Salam saling tolong menolong.

 

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template