Home » , , » Kesuksesan Adalah Awal Kesuksesan Yang Lain, Belajar dari Pak Hasan

Kesuksesan Adalah Awal Kesuksesan Yang Lain, Belajar dari Pak Hasan

Tidak jauh dari pertigaan Pasar Tambaksogra ke timur ada sebuah klinik yang membuka layanan 24 jam. Bagi yang sering melewati jalur tersebut, tentu hapal. Klinik yang didukung dengan layanan home care ini bernama Klinik Sehat Amanah. Ternyata sang pemilik dari klinik yang beralamat di Tambaksari Kidul Kembaran ini adalah salah satu anggota siSehat. Beliau adalah Bapak Hasan Masduki. Klinik ini adalah hasil dari kristalisasi keringat yang berangkat dari sebuah harapan yang tertanam sejak Pak Hasan kecil: ingin menjadi orang yang bermanfaat dan memberi kegembiraan bagi orang lain. Harapan tersebut yang selalu ditanamkan oleh kedua orang tua Pak Hasan, hingga sampai saat ini terpatri dalam ingatan dan mewujud menjadi semangat yang luar biasa.

Apa yang hadir hari ini tentu tidak bisa lepas dari jejak langkah yang pernah dilakukan oleh Pak Hasan sebelumnya. Tahun 1989 sejak mulai menginjak remaja pasca lulus dari salah satu Sekolah Pendidikan Kesehatan di Purwokerto, Pak Hasan mulai diangkat menjadi PNS di Rumah Sakit Purwokerto. SK pengangkatan sudah keluar, tapi beliau tidak kemudian langsung memutuskan untuk langsung bekerja di sana. Beliau melakukan “petualangan” berdagang dalam mengisi transisi sebelum mengabdi di rumah sakit.  Petualangan yang dilakukannya sempat membawanya ke Probolinggo, Jember dan kota lain di Jawa Timur untuk menjual kain batik. Semangat berdagang ini sedikit banyak dipengerahui oleh orang-tuanya yang punya latar belakang sebagai pedagang juga. Inti dari petualangan berdagang tersebut, aku Pak Hasan, dilandasi motif gemar berlatih. Pak Hasan remaja memang selalu terus ingin belajar, belajar, dan belajar.

Tahun 1990 beliau mulai mengabdi di Rumah Sakit Purwokerto, tapi di tengah pengabdiannya, beliau ingin tetap merasakan suasana belajar. Maka beliau memilih kembali bersekolah di SMA Muhammadiyah Sokaraja. Mengambil jam sekolah sore, ia harus bersepeda dalam setiap perjalanannya ke sekolah. Aktivitas ‘lintas dua dunia’ antara kerja dan sekolah tersebut tentu berdampak pada energi yang keluar. Seiring waktu, akhirnya Pak Hasan harus memilih satu di antara melanjutkan sekolahnya atau tetap mengabdi. Dengan bijaksana, walau keinginan belajarnya yang kuat, Pak Hasan memilih untuk fokus untuk bekerja di rumah sakit. Dari sini kemudian beliau semakin gigih dan bertanggung-jawab terhadap profesinya. Jodoh memang tidak ke mana, tahun 1993 akhirnya beliau mendapat kesempatan melanjutkan studi pendidikan di salah satu program Studi Kesehatan (Keperawatan Anestesi) Jakarta. Tahun 1997 Beliau lulus.

Membuka Ruang Lain

Ada kegelisahan produktif  yang masuk dalam benak Pak Hasan. Beliau ingin mendirikan satu ruang aktualisasi yang relevan dengan latar-belakang profesinya dan tentu, sesuai dengan harapan kecilnya, bisa bermanfaat bagi sesama. Awal-awal millennium menjadi momen yang bersejarah  bagi Pak Hasan. Tahun 2001 beliau menikah dengan gadis yang ditemuinya di salah satu rumah sakit. “Saya sudah feeling ini pasti jodoh saya,” jelasnya sambil tertawa saat menceritakan bagaimana pertama kali bertemu dengan Ibu Setyowati yang kini menjadi istrinya.

Bersama istri, Pak Hasan selalu saling bertukar pikiran untuk menentukan ragam pilihan yang akan dijalani bersama-sama.  Sebagai sesama yang mengabdi di dunia kesehatan, tahun 2002 memutuskan untuk membangun sebuah toko obat. Beliau beri nama “Indra Jaya”. Indra diambil dari nama sang istri dan Jaya berasal dari nama orang tua.

Pada awal-awal berdiri sepasang suami-istri ini giliran berbagi peran untuk menjaga toko sebelum akhirnya mereka merekrut beberpa karyawan untuk membantu. Ada hikmah menarik pasca berdirinya toko ini, sang istri menjadi lebih bijaksana dalam mengelola keuangan. “Dulu istri saya konsumtif,” canda Pak Hasan kepada tim SiSehat.

“Kesuksesan adalah awal bagi kesuksesan yang lain” itulah kalimat penting yang memandu apa yang dicapai oleh Pak Hasan. Beliau menganalogikan seperti orang-orang sedang menempuh pendidikan, setelah sukses lulus SD, maka ada awal untuk menuju sukses lulus SMP, begitu terus selanjutnya. Begitupula dalam konteks yang kini digeluti oleh ayah tiga anak ini. Setelah sukses membuka toko obat, tidak berhenti di sana, tahun 2005 beliau bersama istri kemudian mendirikan balai pengobatan tak jauh dari toko obat sebelumnya. Berdirinya balai pengobatan ini tak lain didorong oleh realitas bahwa hari ini banyak masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan.  Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia kesehatan, Pak Hasan merasa perlu segera mengambil peran.

Pak Hasan meyakini bahwa semakin mengerti orang lain maka akan semakin banyak pula memberi bagi orang lain. Balai pengobatan inilah hasil dari keyakinan tersebut. Keyakinan yang tinggi ini membawa beliau bertemu dengan banyak orang. “…setelah ada balai pengobatan, asyiknya saya jadi banyak ketemu orang,” tambahnya. Semakin banyak bertemu orang, semakin banyak kenalan, semakin besar peluang bersilaturahmi. Bertemu dengan banyak orang yang beragam karakter semakin melatih dan mengembangkan soft-skill beliau yang diperlukan dalam pelayanan. Kini setidaknya warga sekitar Sumbang pasti mengenal dengan sosok yang murah senyum ini. Sungguh sebuah hikmah yang sangat berharga.

Mengingat semakin banyaknya warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, pada tahun 2010 Pak Hasan mulai berpikir untuk meningkatkan kualitas pelayanan di balai pengobatannya. Akhirnya tahun 2011 balai pengobatannya di-upgrade menjadi sebuah klinik pratama. Di tahun ini pula Klinik Sehat Amanah telah mendapat legalitas izin operasi sehingga warga tak perlu lagi khawatir dengan kualitas yang diberikan. Tahun ini (2014) Klinik Sehat Amanah telah resmi menjadi mitra BPJS Kesehatan, dengan ini berarti semakin mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat.

Dari tinjauan tim siSehat, Klinik Sehat Amanah didesain sangat hommy. Tempatnya sangat nyaman, sehingga para pasien merasa berada di rumah. Dibantu dengan perawat yang diajarkan untuk merawat pasien layaknya keluarga sendiri menjadikan klinik ini semakin direspon positif oleh masyarakat. Selain layanan untuk pemeriksaan umum, klinik ini juga memberikan layanan kebidanan dan KB, perawatan luka, pusat khitan anak maupun dewasa, perawatan gigi, rawat jalan dan observasi, serta senam lansia. Tak hanya aktivitas layanan, Pak Hasan dengan klinkinya membuat berbagai aktivitas sosial, ada agenda Jalan Sehat, Posyandu Lansia, bahkan dalam waktu dekat akan menyelenggarakan khitanan missal.

Kini Pak Hasan berdiri di balik layar dalam menjaga karyanya. Pengelolaan harian Klinik Kesehatan Amanah kini ditangani langsung oleh tenaga medis yang profesional. Apa yang dicapai oleh anggota siSehat bernomor 1383 ini akan menjadi awal dari kesuksesan yang lain. Awal kesuksesan yang lain tersebut kini mulai beliau ajarkan kepada tiga anaknya. Semoga semangat “membagi manfaat bagi orang lain” dari Pak Hasan bisa terwariskan kepada anak-anaknya dan hadir “Pak Hasan-Pak Hasan” yang lain di negeri ini. Amin.

1 komentar:

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template