Home » , » Bu Ngaipah, Pensiun Tetap Enerjik

Bu Ngaipah, Pensiun Tetap Enerjik

PENSIUN bukan berarti berhenti berkarya. Tidak sedikit bagi orang yang telah memasuki masa pensiun justru menjadi momen aktualisasi baru. Selama hidup sehat, usia tidak menjadi penghambat. Kurang lebih seperti itu juga yang kini dirasakan oleh Bu Ngaipah, seorang anggota siSehat. Di tengah masa-masa pasca pensiunnya tahun 2010 lalu, ibu beranak tiga ini tak lantas berdiam diri begitu saja. Si ibu selalu mencari ragam kegiatan dari mulai membantu usaha suami di bidang kontraktor, sampai kegiatan ujicoba praktik pembuatan pupuk. Begitulah, kegiatan sehari-hari Bu Ngaipah. Selain pekerjaan rumah tangga, ada saja aktivitas yang dilakukan.

Saat ditemui tim siSehat, beliau banyak bercerita tentang pengalaman masa mudanya, termasuk saat awal-awal mengabdi di rumah sakit. “Ah dulu gak kepikiran bekerja di rumah sakit, latarbelakang pendidikan saya juga bukan kesehatan,” ujarnya mengawali cerita. Cerita pengabdian tersebut dimulai tahun 1974 silam, ketika ada kesempatan mengabdi di rumah sakit yang dulu di Jalan Dr. Angka, Purwokerto. Tiga bulan pertama pengabdian adalah masa bakti. “Tiga bulan pertama, saya ga digaji,” ujarnya sambil tertawa. Namun beliau tetap bersemangat menjalankan kewajibannya.

Unit kerja pertama beliau bekerja di Gizi. Karena bukan berlatar belakang kesehatan akhirnya Bu Ngaipah memaksimalkan energi dan waktunya untuk belajar banyak tentang asupan gizi pada makanan. Yang menarik, dari pengalamannya ini akhirnya membangun kebiasaan baru bagi Bu Ngaipah untuk selalu makan makanan sehat. Kebiasaan ini dibawa sampai ke rumah dan bahkan terus dilakukan sampai saat ini. Lima tahun berselang, tahun 1979 Bu Ngaipah diangkat menjadi abdi negara, dengan sendirinya beliau menjadi lebih memahami tentang per-gizian.

Lika-liku kehidupan selalu menjumpai kehidupan manusia, tak terkecuali Bu Ngaipah. Sekitar tahun 1986 beliau terkena cobaan berupa sakit yang sampai membuatnya harus istirahat sampai tiga bulan. Karena kondisi demikian akhirnya memaksa beliau harus pindah ke unit kerja lain. Tahun 1987 beliau mulai bekerja di unit kerja baru di bagian rumah tangga RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sempat kambuh dan jatuh sakit lagi, tahun 1992 beliau mulai mengabdi di bagian Tata Usaha, di bagian perpustakaan.

Bekerja di perpustakaan menjadi pengalaman baru bagi BU Ngaipah. Mengingat segala sesuatu itu pasti ada ilmunya, maka beliau sempat meminta untuk melakukan pelatihan perpustakaan di Universitas Gadjah Mada selama satu semester. Dari bekal ilmu yang didapat, wawasan tentang kepustakaan pun semakin luas. Dari mulai pengetahuan tentang indeks, bibliografi, klasifikasi buku-buku dan semacamnya beliau kuasai, bahkan sampai sekarang masih mengingatnya.  

Pasca Pengabdian
Setelah pensiun bulan Maret 2010 lalu, Bu Ngaipah tidak memilih keluar dari keanggotaan koperasi. “Ya kalau bukan kita sebagai anggota yang membesarkan koperasi, siapa lagi,” ujarnya. Walaupun sudah tidak lagi mengabdi di RSMS, tak jarang beliau tetap berkunjung ke siSehat, untuk silaturahmi atau melakukan aktivitas menabung. Dan tentu karena ibu ini sangat supel, ketika ada waktu berkunjung ke rumah sakit juga dimanfaatkan sebagai momen untuk bertemu dengan rekan-rekan lainnya di RSMS.

Kemudian jarak bukan menjadi soal bagi Bu Ngaipah untuk mengakses informasi dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan siSehat. Sebagaimana yang pernah diberitakan sebelumnya, Bu Ngaipah termasuk anggota siSehat yang memberikan sumbangan informasi pada Program siSehat peduli Sehat. Alhamdulillah dari informasi beliau, ada dua keluarga yang bisa disalurkan bantuan.

Selain sebagai pasangan, Bu Ngaipah adalah patner kerja yang baik bagi sang suami. Beliau selalu mengsupport usaha yang dilakukan suami. Membuat usaha di bidang kontraktor selalu berjalan dinamis. Situasi ini yang tetap memberikan kesibukan tersendiri bagi Bu Ngaipah. Bahkan kebutuhan modal tak jarang datang mendadak. Dari pengalaman yang dituturkan beliau, Bu Ngaipah pernah begitu merasakan manfaatnya berkoperasi, di tengah situasi perlu dana tambahan tiba-tiba, siSehat memberikan fasilitas pinjaman untuk usaha produktifnya. Tentang hal ini, siSehat tentu berbangga ketika ada anggotanya yang produktif dalam menjalankan usaha.

Selain itu, Bu Ngaipah mulai memperluas usaha kost-kostan. Setelah sebelumnya membuka usaha kost-kostan samping rumahnya, saat ini sudah mulai dibangun usaha kost-kostan yang kedua. Rencananya akan ada empat belas kamar yang akan dikostkan. Tentu dengan kegiatan ini menambah list kesibukan bagi Bu Ngaipah dalam mengisi masa pensiunnya.

Selain dua kesibukan di atas hal menarik yang sedang dilakukan oleh Bu Ngaipah saat ini yaitu beliau sedang asyik-asyiknya melakukan ujicoba dalam membuat pupuk menggunakan MOL (Mikro Organisme Lokal). Proses pembuatan ini beliau pelajari dari internet, khususnya lewat Youtube. Rasa ingin tahu dari Bu Ngaipah ternyata masih tinggi. Rencananya kalau ujicoba ini berhasil akan digunakan untuk tanaman-tanaman yang ada dikebunnya. “Lumayan kan dari sampah rumah tangga daripada dibuang bisa jadi manfaat,” tutupnya. Ah, sungguh aktivitas yang kreatif. Sukses selalu Bu Ngaipah!

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template