Home » , » Nostalgia Berkoperasi, Testimoni dari Mbah Machwadi

Nostalgia Berkoperasi, Testimoni dari Mbah Machwadi

Sabtu (21/2/2014) pagi siSehat kedatangan salah satu anggota yang cukup lama tidak berjumpa. Beliau adalah Pak Machwadi, atau di lingkungan RSMS lebih sering dipanggil “Mbah”. Ternyata kehadiran beliau pagi itu untuk berpamitan. Kondisi kesehatan karena usia membuatnya memilih untuk keluar dari keanggotaan siSehat. “Sebenarnya masih suka (menjadi anggota), tapi sekarang susah kalau mau ke sininya,” ujar bapak yang beralamat di Purwosari RT 04/01 ini.

Setelah menyelesaikan ragam administrasi, Pak Machwadi pun pamit pulang. Para crew siSehat pun bersalaman, saling memohon maaf. Peluang kebaikan terbuka bagi siSehat. Kesempatan tersebut digunakan untuk mengantarkan bapak kelahiran 20 Mei 1949 lalu itu. Satu per satu mata tangga dilangkahi secara perlahan. Kasat mata langkahnya tampak renta, tapi justru apa yang dirasa siSehat sama sekali tidak. Masih ada semangat yang besar. Buktinya beliau masih ngobrol ini-itu dari setiap langkah-langkah kakinya.

Karena kebetulan yang mengantar beliau sedang pergi ke pasar, maka personil siSehat memlih mengantar beliau. Kebetulan sebelum kembali pulang beliau hendak berjumpa dengan teman-teman lamanya di unit kerja sebelum pensiun: Unit Kerja Kamar Jenazah.

Dalam perjalanan kadang beliau berhenti melangkah untuk sekedar berbagi cerita. Jadilah momen tersebut waktu bernostalgia. Momen ini semakin didukung karena ayah dari lima anak ini datang ke RSMS dengan menggunakan seragam dinas yang kerap digunakannya dulu.

“Saya ya kalau di koperasi ada, pasti belanjanya ya ke koperasi, tidak ke tempat lain,” beliau mulai mengawali cerita. Dan memang demikian, dari catatan tingkat partisipasi, beliau termasuk salah satu anggota yang tingkat loyalitasnya tinggi. siSehat patut berbangga ketika anggotanya memiliki peran yang aktif. Ketika ditanya bagaimana pengalaman selama berkoperasi, beliau pun berseloroh, “semuanya suka.” Personil siSehat pun tersenyum.

Pak Machwadi pun kembali bernostalgia. Pengalaman yang paling dikenang beliau adalah ketika koperasi membangun karya kolektif Perumahan Griya Shifa Alamanda. Imbas positif beliau dapatkan sebagai salah satu bagian dari keluarga besar siSehat. Setiap karya yang dibangun bersama kelak akan ada imbas positif, apapun jenisnya. Itulah semangat yang menjadi pendorong siSehat. siSehat sebagai usaha bersama milik anggota lebih memilih fokus dalam merangkai karya, sedangkan imbas akan datang dengan sendirinya.

Tahun 1998 anggota bernomor 1731 ini mulai menginjakan kaki di RSMS. Walau bukan pegawai negeri sipil, tak lantas menyurutkan pengabdiannya. Kalau meminjam bahasa beberapa anggota lain yang kenal dengan Pak Machwadi, beliau tipekal orang yang entengan. Suka membantu orang. Karakter ini yang berimbas beliau disukai banyak kalangan. 

Tentang pengalamannya di unit kerja kamar jenazah, selama beliau mengabdi berjalan lancar. Tidak ada satu pengalaman yang tidak mengenakan. Paling banyak mungkin pengalaman yang berkesan. “Namanya juga (di) kamar jenazah, kadang ada yang utuh, ada yang enggak (jenazahnya).” Ujarnya. Ada pengalaman dulu pernah Pak Machwadi, tidak lama masuk dari jam dinas harus mengangkat jenazah yang baru ditembak oleh aparat. “Saya ngangkat jenazah yang baru didor” tambahnya.

Tahun 2011 beliau pensiun. Sekarang untuk mengisi waktu kakek dari lima belas cucu dan empat buyut ini mengelola ternak ikan kecil-kecilan di lahan miliknya. “Ya itung-itung mengisi waktu,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Langkahnya mungkin tidak lagi cepat, tapi semangat Pak Machwadi tetap terus bergerak. Walau secara formal Pak Machwadi tidak terdaftar sebagai anggota siSehat, namun jalinan silaturahmi tetap harus terjaga. Pesan dari beliau semoga siSehat terus berkarya, “yang bagus-bagus” harapnya. Doa dari siSehat semoga Pak Machwadi tetap sehat sentosa.“Saya masih suka minum kopi,” tutupnya di akhir obrolan. Personil siSehat pun turut tertawa mendengarnya. Terimakasih Mbah!

1 komentar:

  1. Ngatidjo Yogyakarta23 Februari 2015 08.46

    Saya sungguh terharu membaca kisah ini. Namun dibalik itu semua saya berfikir bahwa ada peluang bagi koperasi untuk membuka paradigma baru. Yaitu mengembangkan sayap pelayanan untuk masyarakat di luar rumah sakit. Dengan memanfaatkan mereka yang sudah pensiun menjadi fasilitator / penggerak untuk pengembangan pelayanan di luar rumah sakit. Ngatidjo Yogyakarta

    BalasHapus

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template