Home » » TAMU ISTIMEWA ITU DARI KOTA BANTUL, PROPINSI YOGYAKARTA

TAMU ISTIMEWA ITU DARI KOTA BANTUL, PROPINSI YOGYAKARTA


Hari ini, Sabtu,23 Januari 2016, si Sehat kedatangan tamu istimewa yaitu Para Pengurus, Pengawas dan Manajemen KPRI Karya Bakti Kabupaten Bantul. Judul kedatangan mereka adalah melakukan kunjungan studi banding.  Rombongan tamu dipimpin oleh Pak Suharman yang juga adalah ketua  KPRI Karya Bakti Kabupaten Bantul.

Dalam prolognya, keseharian KPRI Karya Bakti Kabupaten Bantul terdiri dari  aktivitas simpan pinjam dan pertokoan. Motivasi kedatangan mereka adalah bertukar fikir dan pengalaman /experience tentang manajemen/pengelolaan koperasi secara umum. 

Diskusi berlangsung gayeng dan penuh kehangatan di lantai 02 Gedung Milky.  Spirit cooperative sepertinya telah  menyatukan semua orang dalam semangat serupa untuk
membuat koperasinya lebih maju dan berdampak luas pada pertumbuhan dan perluasan manfaat berkoperasi, khususnya anggota. Semangat itu pula yang kemudian menggiring diskusi pada upaya-upaya konstruktif membangun spirit kebersamaan (kolektifitas)  yang merupakan landasan terbangunnya kerjasama produkitf diantara segenap unsur organisasi koperasi.
Diskusi seputar membangun kebersamaan pun menjadi dominan dalam diskusi, sebab kebersamaanlah yang
kemudian menjadi muasal kelahiran ragam aktivitas produktif yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan anggota. Untuk itu, terbangunnya persepsi serupa diantara segenap unsur koperasi khususnya anggota menjadi penting diupayakan. Berbagai pendekatan perlu dirumuskan dan di uji cobakan sampai bertemu titik efektivitasnya.Karakter beragam dan latar belakang berbeda-beda merupakan kondisi pasti yang ada di masing-masing koperasi. Oleh karena itu, merumuskan formula berbasis karakter mayoritas perlu diperhatikan sehingga memiliki tingkat keberhasilan yang lebih besar. Intinya, koperasi harus terus belajar dari pengalaman dan kemudian melakukan perbaikan secara terus menerus (continues improvement) sehingga diperoleh hasil yang terus mengalami peningkatan. Tersimpulkan satu nalar logis dan keyakinan bersama perlunya mengembangkan anggota secara kuantitas sebagai modal untuk mengembangkan atau memperluas aktivitas pelayanan kebutuhan anggota. Secara logika,semakin banyak anggota makan semakin luas pula pangsa pasarnya dan sekaligus semakin besar pula support permodalannya melalui pola urunan. Namun demikian, ada yang menjadi perhatian bersama yaitu kemungkinan terkendala pada ego sektoral dimana prinsip keanggotaan koperasi yang suka relala dan terbuka tidak bisa dijalankan sepenuhnya. Hal ini terjadi hampir di seluruh penjuru negeri ini dimana koperasi-koperasi fungsional (seperti koperasi karyawan dan atau koperasi pegawai negeri) cenderung membatasi keanggotaannya pada orang-orang yang bekerja dalam satu atap. Dalam hal  jumlah anggotanya kisaran 1000 (seribu),  kondisi ini tidak begitu begitu menjadi soal walau tetap pangsa pasarnya menjadi terbatas, tetapi kalau misalnya hanya beranggotakan 100 atau 200 orang, koperasi tersebut pasti sulit mengembangkan layanannnya baik secara jumlah mapun besaran unit layanannya.


Sementara itu, diskusi tentang jenis aktivitas koperasi menekankan perlunya concern pada pelayanan kebutuhan anggota sehingga resiko kegagalannya lebih rendah karena adanya konsumen loyal  yang juga berstatus sebagai pemilik koperasi. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan koperasi menekuni berbagai peluang sepanjang memiliki kemampuan dalam hal pengelolaan dengan baik. “Roh pengelolaan” juga menjadi bagian diskusi yang lumayan serius dimana perlu adanya ketegasan pilihan
antara pilihan metode hybrid (fokus pada perolehan SHU) atau genuine (fokus pada benefit/kemanfaatan). Pilihan perlu tegas guna menjadi dasar pengelolaan dan juga evaluasi capaian. Hal ini juga untuk menghindari adanya in-konsistensi  dimana disatu sisi anggota meminta harga yang murah dan disisi lain mengharapkan SHU yang tinggi.

Akhirnya waktu juga yang mengharuskan diskusi gayeng itu tercukupkan. Sang Tamu masih begitu bersemangat dan terlihat segenap peserta studi banding sumringah penuh semangat. Sepertinya, diskusi ini benar-benar mencerahkan dan sekaligus melahirkan energi baru untuk berkarya lebih banyak lagi untuk kemajuan koperasi.

Sebelum berpamitan, tim tamu sempet meng-abadikan pertemua ini dengan foto bersama crew siSehat di beberapa sudut ruang yang menurut mereka mengandung nilai-nilai edukasi. Sukses selalu dan selamat kembali ke Bantu, Yogyakarta. Terima kasih atas kunjungan hangat ini dans semoga waktu akan mempertemukan kembali. Amin.



0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template