Home » » Temu Usaha Lintas Stakeholders Banyumas Membangun Jejaring Pasar Produk Lokal Kabupaten Banyumas

Temu Usaha Lintas Stakeholders Banyumas Membangun Jejaring Pasar Produk Lokal Kabupaten Banyumas

Bertempat di Hotel Horison, Jl. Dr. Angka No. 71 Purwokerto, Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Kerjasana Penanaman Modal antara Instansi Pemerintah dengan Dunia Usaha diselenggarakan. Kegiatan yang diinisiasi  Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan dilaksanakan hari Senin, 11 April 2016 pukul 09.00 – 14.00 WIB. Mengambil tema “Membangun Jejaring Pasar (Domestik dan Ekspor) Produk Lokal Banyumas, kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta dari pengusaha lokal dan UMKM Kabupaten Banyumas.

Sinergi yang terjalin kuat antara pengusaha dan pelaku UMKM, konsistensi dan perilaku jujur diangkat Wakil Bupati Kab. Banyumas Bp dr. Budhi Setiawan dalam sambutannya. Beliau mengingatkan bahwa  perubahan harus dimulai dari pola pikir atau mindset, hal-hal kecil dan berjejaring dengan yang lain, untuk menjadikan Banyumas sebagai sentra kegiatan di Jawa Tengah bagian selatan.

Kegiatan sedianya diisi oleh 3 pemateri : Kementrian Perdagangan RI Jakarta, Kadin Jateng, dan NEU Banyumas. Namun Agenda kegiatan yang sangat padat memaksa Kementrian Perdagangan RI, Jakarta tidak dapat menghadiri acara tersebut.
Perwakilan kamar Dagang dan Industri atau Kadin jawa Tengah mengetengahkan beberapa isu sebagai penggalangan strategi UMKM dan pengusaha lokal membangun jejaring :
1.       MEA dengan segala keuntungan dan kerugiannya menjadi isu pertama
2.       Isu Kedua Realitas UMKM yang mencakup aspek SDM, Produk,  Marketing, Keuangan, dan Legalitas sebagai media evaluasi dan koreksi.
3.       Isu Ketiga Up Grade Pelaku usaha yang menawarkan metode Evolusi, Revolusi, dan Campuran sebagai upaya pembangunan strategi.
4.       Isu Jejaring dengan fokus terbangunnya Target Eksternal (kualitas, daya saing, sentimentil lokal dan effisien kolektif) dan konsentrasi internal (kualitas SDM, produk dan intensifikasi)

Materi Kadin Jateng sukses menjadi pemicu. Feedback peserta disertai rasa penasaran tidak dapat menahan peserta untuk menanggapi dengan beragam pertanyaan. Keterkaitan UMKM dengan pajak dan Kepres no 13 tahun 2013 menjadi konsen pertanyaan H Saifudin seorang penggiat UMKM Banyumas. Semantara peserta lainnya dari UMKM Mie Kerupuk Ibu Halimah membeberkan susahnya marketing khususnya yang berkaitan dengan regulasi beberapa instansi.

Mewakili SKPD Bapeda Banyumas, Ibu Sri Sumarsih turut memberikan masukan dan tanggapan tentang wacana UU No 23. UU yang mengatur mekanisme bantuan pemerintah UMKM  yang berbadan hukum, terkadang menjadi kendala tersalurnya bantuan. Sangat sedikitnya UMKM di Banyumas yang berbadan hukum menjadi keprihatinan beliau, harapan supaya UMKM berbenah dan berbadan hukum.

Perubahan strategi UMKM menjadi salah satu wacana yang diusung Paguyuban UMKM Banyumas ditanggapi positif Kadin Jateng. Program evaluasi, perubahan mindset lama UMKM (yang selama ini mengharapkan bantuan) menjadi mindset baru (kemandirian) dan Konsep Berbagi (membagi adil dan ikhlas menerima bagisn/distribusi) menutup sesi materi dan tanya jawab dengan Kadin Jawa Tengah.

General Manager koperasi NEU Banyumas Sarwono Adiyanto memulai sesi kedua dengan menceritakan sejarah dan visi koperasi NEU. Koperasi yang Besar, Benar dan Mengakar menjadi cita cita salah satu koperasi terbesar di wilayah banyumas tersebut. Keberhasilan NEU Banyumas terlihat dari berdirinya Kulakan Neu atau disingkat KN. Swalayan pertama di banyumas yang dimiliki koperasi tersebut menjadi mercusuar project yang diharapkan menjadi lompatan dan pemicu koperasi lain untuk berkembang.

“KN menerapkan manajemen retail profesional yang diharapkan ke depan mengangkat institusi koperasi setara dengan retail besar di Banyumas” ujar laki laki yang akrab dipanggil P Sar menjelaskan.

Beberapa pertanyaan langsung mengalir dari para peserta. Prosedur pengadaan barang, distribusi pemasaran dan bagaimana NEU melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Banyumas menjadi topik yang meramaikan Temu Usaha Lintas Stakeholder tersebut.
Sinergi antar pelaku usaha dan UMKM tergambar dari komunikasi asosiasi/organisasi/perusahaan dan antusias pelaku usaha/UMKM. Berbagai informasi pesaran, informasi kebutuhan barang dan mekanisme pengadaan barang masing-masing instansi menjadi salah satu bagian pertukaran informasi yang siap untuk ditindaklanjuti.

Di akhir acara peserta dimanjakan jajaran produk lokal dengan berbagai jenis dan pilihan. Produk non food seperti batik banyumas, kerajinan keramik, perlengkapan rumah tangga dan produk food seperti madu asli, aneka keripik, camilan lokal sekaligus menegaskan bahwa produk lokal tidak kalah untuk bersaing dengan produk sejenis.

Berpartisipasi, berjejaring dan bersinergi  sukses menjadi ruh kegiatan Lintas Stakeholder kali ini, seolah mengiyakan terwujudnya cita cita menjadikan Banyumas sebagai pusat Kegiatan di Jawa Tengah Bagian Selatan.....Semoga menjadi impian yang segera terwujud.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template