Home » , , , , , , , » Perjuangan Seorang Nenek Bertahan Hidup dengan Rp 40.000,- per bulan

Perjuangan Seorang Nenek Bertahan Hidup dengan Rp 40.000,- per bulan

Rabu, 25 Mei 2016 Perjalanan team survey program siSehat Peduli Sehat dilanjutkan kembali, kali ini mengarah ke arah barat tepatnya di daerah Cilongok. Start dari RS Margono pukul 14.30 kami ditemani pak Fatah yang kebetulan berdomisili di daerah yang sama sekaligus yang memberikan usulan calon penerima bantuan sebagai penunjuk jalan.
Memasuki wilayah Cilongok diperlukan ekstra konsentrasi dan fokus, kondisi jalan menanjak, menikung, dan curam cukup membuat adrenalin terpacu. Sekitar jam 15.40 kami sampai dirumah pak fatah, sejenak beristirahat, mengumpulkan tenaga sembari menikmati lezatnya gula semut yang disajikan tuan rumah sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sebelumnya kami berfikir sesampainya di rumah pak Fatah semuanya akan berjalan dengan mudah, nyatanya perkiraan kami keliru. Memang benar perjalanan tinggal sebentar lagi sebelum sampai lokasi, namun kami tidak membayangkan tingkat kesulitan yang begitu tinggi sebelumnya. Ini adalah 200 meter terpanjang yang kami rasakan, kondisi yang hanya memungkinkan dilalui dengan berjalan kaki. Begitu curamnya sampai penduduk lokal pun jarang yang berani melewati dengan menggunakan kendaraan bermotor. Medan menanjak, jalan yang tersusun bebatuan licin (apalagi di musim hujan seperti sekarang), kecelakaan menjadi resiko terbesar bagi mereka yang nekad bermotor untuk melewatinya.
Belum lama berjalan mendadak hujan deras turun disertai angin kencang memaksa kami mencari tempat berteduh sementara. Beruntung anak pak fatah datang membawakan payung sehingga perjalanan bisa dilanjutkan. Dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke tepatnya di RT 03/04 desa Sokawera, Cilongok. Kami tidak menyangka ternyata kedatangan team si Sehat sudah ditunggu sebelumnya, bahkan bapak ketua RT berkenan datang untuk menemui kami dan memberikan dukungannya atas berjalannya program siSehat Peduli Sehat.
Pemilik rumah bambu itu adalah ibu Saminem, janda beranak dua yang semenjak 4 tahun lalu beliau terpaksa harus ditinggalkan suami tercinta. Beruntung ada cucu kesayangan berusia 9 tahun yang selalu menemaninya. Ayahnya merupakan anak keduanya yang bekerja sebagai buruh “nderes” (mencari air nira), dengan penghasilan yang bahkan tidak cukup untuk kebutuhannya sendiri.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya dirinya membuat “wuwur” sejenis serbuk yang di pakai oleh para pelinting rokok. Bahan pembuatnya adalah sejenis daun (mirip tembakau) yang hanya ada jauh di hutan, perjalanan yang cukup jauh harus dilakukan ibu yang sudah berumur itu sendirian. Tentu saja berbagai resiko bisa saja terjadi, namun semua itu dijalani dengan keikhlasan demi terpenuhinya bertahan hidup. Bahkan tak jarang usaha kerasnya sia-sia karena daun yang dicari tidak bisa ditemuinya sehingga terpaksa harus pulang dengan tangan kosong.
Perbungkusnya wuwur dihargai 400 rupiah, dengan penjualan sebulan yang kadang mencapai 100 bungkus maka sang ibu bisa mengantongi penghasilan 40.000 rupiah, yang harus dicukupkan untuk kebutuhan sebulan. Untungnya beliau memiliki ketua RT dan warga disekitarnya yang baik dan peduli, setiap ada program bantuan dari pemerintah bisa dipastikan namanya selalu berada di urutan atas daftar penerima bantuan. Dari situ ibu yang tinggal bersama cucunya itu bisa mendapatkan bantuan Raskin, terdaftar di program keluarga Sejahtera, dan pernah mendapatkan Dana Keluarga Harapan (setiap 3 bulan mendapatkan 125.000). Selain itu tahun 2015 dirinya pernah menerima bantuan bedah rumah dari PNPM dan Swadaya masyarakat sehingga separuh rumahnya “gedhegnya”  bisa mendapatkan perbaikan.
Kini sebagian rumahnya sudah banyak yang  rusak bahkan berlubang, terkadang beliau dilanda kekhawatiran akan keselamatannya dan cucu tercinta karena kondisi rumahnya sangat memungkinkan hewan liar untuk masuk kerumah. Tidak terdapat fasilitas tempat mandi di rumah reotnya, mereka harus berjalan lumayan jauh ke belik (sumber air) di sungai hanya sekedar untuk mandi.
Setiap hari ibu Saminem harus berfikir keras bagaimana mereka harus hidup, tak jarang dirinya harus ke hutan mencari daun-daunan seperti daun singkong, nangka dan lain sebagainya untuk diolah menjadi makanan pokok. Hal itu dilakukan karena semakin susahnya mencari bahan pembuat wuwur, dan semakin sedikitnya penduduk desa yang merokok lintingan.
Meskipun demikian Ibu berusia 52 tahun ini tidak menyerah begitu saja, dalam hatinya masih terpercik asa supaya bisa hidup mandiri, menghidupi cucu satu satunya dan tidak tergantung pada bantuan orang lain, yaitu dengan mempunyai usaha (warung) sendiri. Saat ini keinginan itu barulah sebatas niat, namun beliau akan terus berusaha dan berdoa supaya suatu saat harapannya dikabulkan Yang Maha Kuasa.
Menjelang maghrib kami berpamitan dan kembali menapaki jalan licin berkelok untuk menuju ke rumah bapak Fatah. Bapak dari 2 anak ini selain salah satu jajaran karyawan senior siSehat, di lingkungan warganya juga dikenal sebagai sosok yang penuh inspirasi. Karena pemikiran kreatifnya lah jalan desa yang kami lewati menjadi terang. Sebelumnya jalan ini gelap dan rawan kecelakaan, berkat inisiatif beliau yang memasang lampu dengan modal sendiri akhirnya warga RT terketuk hatinya sepakat untuk swadaya memasang lampu di beberapa titik jalan sehingga memudahkan warga desa yang terpaksa harus menempuh perjalanan di malam hari.

Hujan yang deras memaksa kami tidak langsung pulang, ditemani mendoan hangat hasil karya istri pak Fatah, pedasnya sambal kecap secangkir kopi panas yang pas untuk manghangatkan tubuh di kala hujan merupakan sebuah kemewahan yang sangat kami syukuri sembari menunggu hujan reda. Ba’da sholat Maghrib kami berpamitan dengan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Purwokerto.... 

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template