Home » , , , , » Rumah Mengenaskan di Tengah Hutan

Rumah Mengenaskan di Tengah Hutan




Rabu siang,18  Mei 2016  tepat jam 14.00  team si Sehat beserta bapak Sarkim dari unit IGD RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto melakukan perjalanan ke desa Lacondong RT 06 RW 05 Rawalo. Perjalanan yang merupakan tindak lanjut program siSehat Peduli Sehat. Ini adalah program pentingnya berbagi yang memberi kesempatan semua anggota siSehat untuk berpartisipasi  dengan memberikan satu nama calon penerima bantuan dan mengisikannya di formulir yang tersedia di unit usaha siSehat.
Setelah mempelajari beberapa formulir pengusulan calon penerima bantuan, team siSehat mengadakan survey ke lokasi. Survey pertama akan dilakukan di daerahyang cukup jauh Rawalo, mengingat team siSehat masih awam dengan daerah tersebut, sebelumnya kami  melakukan koordinasi dengan anggota siSehat, bapak Sarkim yang mengajukan nama calon penerima bantuan. Alhamdulillah beliau tidak hanya memberikan informasi keberadaannya tetapi juga bersedia menemani sekaligus menunjukkan jalan sampai tempat tujuan.
Di hari yang disepakati  kami berangkat bersama melewati jalanan macet dengan kondisi jalan yang tidak bisa dikatakan nyaman . Bahkan sebelum sampai di tengah hutan (rumah bapak Maryadi berada ditengah hutan) kemi melewati kondisi jalan yang lebih menyerupai sungai kering penuh dengan bebatuan, rusak dan sangat  terjal, sangat sulit bagi kami yang menggunakan motor bebek. Setelah melewati lebih dari satu jam perjalanan, sekitar jam 15.00 kami sampai ke kediaman bapak Maryadi sekeluarga di lokasi yang bisa dikatakan sangat terpencil.
Tanah berukuran sekitar 9x6 meter terbentang di hadapan kami, dikelilingi anyaman bambu yang lapuk di beberapa bagian. Gubug reyot yang mungkin bangunan satu satunya di hutan  berdiri ringkih di hadapan kami. Rimbunnya pepohonan tidak bisa menyembunyikan beberapa bagian yang nampak berlubang disana sini, yang pastinya tidak bisa melindungi para penghuninya dari hujan dan panas. Di beberapa bagian beberapa bilah kayu tertancap di tanah, ujung lainnya menopang dinding supaya tidak roboh berbaur dengan tanah lembab yang beralaskan dedaunan.
 Rumah sederhana ini berpenghuni 3 orang, bapak Maryadi dan istrinya serta anak satu satunya yang menemani mereka. Sebagai kepala keluarga bapak berumur diatas 70 tahun ini bisa dikatakan sudah tidak produktif, faktor usia membuatnya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Untuk menambah pemasukan sehari-hari mereka bergantung pada ibu Supen. Anak semata wayang yang harus hidup tanpa kehadiran sang suami, sehari harinya membantu kedua orang tuanya dengan bekerja sebagai buruh lepas, menunggu panggilan tetangga  yang membutuhkan tenaganya, selain itu terkadang Ibu Supen menerima jasa memijat sebagai tambahan penghasilan.
Selain menggantungkan pada penghasilan anak satu satunya dan seorang cucu yang terkadang mengirimkan bantuan,  dalam kesehariannya keluarga kecil ini sangat bergantung pada hasil bumi yang tumbuh di sekitar rumah, singkong, nangka dan tumbuhan lainnya yang mereka olah menjadi makanan pokok. Kalau nasib baik sedang memihak mereka bisa mendapatkan subsidi 10 kg beras raskin (yang memungkinkan mereka baru bisa menikmati lezatnya makanan mewah yang bernama beras) dan Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah.

Keluarga yang setiap hari ditemani suara alam hanya pasrah menerima kenyataan, prinsip mereka yang “nrimo” membuat mereka tetap bisa menikmati hidup walaupun dengan kondisi seadanya. Sebenarnya sampai sekarang  mereka masih berharap supaya bisa memperbaiki gubug reot agar rumah mereka layak huni, namun mereka tidak bisa berharap banyak. Banyaknya  program program bedah rumah yang marak disiarkan di televisi swasta nampaknya belum bisa dirasakan oleh keluarga kecil yang sampai sekarang tinggal di tengah hutan.  Mereka sadar bahwa kemiskinan memang akrab dengan masyarakat sekitar, sehingga kepedulian rukun tetangga yang bersama sama membuatkan sumur supaya mudah mendapatkan air bersih menjadi kebanggan tersendiri bagi keluarga itu.
Keluarga sederhana itu sangat berterima kasih dan senang dengan kedatangan team siSehat bersama bapak Sarkim. Tidak setiap hari mereka menerima tamu, bahkan karena susahnya akses ke tempat mereka, tidak banyak tetangga yang pernah kerumah mereka. Setelah berbincang, mendengarkan kisah hidup Bapak Maryadi dan mengutarakan niat kedatangan kami, sekitar jam.16.00 dua awak si sehat beserta pak Sarkim berpamitan.
Sebelum  pulang ke Purwokerto  kami berkesempatan mampir ke kediaman bapak Sarkim untuk bersilaturahmi dan berterima kasih atas bantuan dan informasinya.  Sebagai sosok yang menginformasian keberadaan bapak maryadi,  beliau merupakan sosok orang yang  baik,dan peduli dengan orang lain, bahkan kami mendengar informasi kalau selama ini banyak karyawan RSMS yang menyalurkan bantuannya lewat tangan Bapak Sarkim. , sosok yang dikenal ringan tangan dalam membantu bercerita banyak hal. Di sisi lain beliau menyadari bahwa perbuatan baik akan menuai kebaikan,  kalau kita menebar kebaikan suatu saat Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan”kalau tidak membantu orang lain sekarang, siapa yang akan membantu anak cucu kita nantinya”  pesan beliau sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.


Sekitar jam 16.30 2 kami keluar melanjukan perjalanan pulang, siap kembali beraktivitas dan melanjutkan survey –survey lainnya demi kelancaran program Si Sehat Peduli Sehat....... dari Si Sehat Untuk RSMS Yang Iebih Baik

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template