Home » , , , , , , , » Diskusi Perkoperasian Bersama Dekopinda Kabupaten Banyumas & Bp Subijakto Tjakra Werdaja

Diskusi Perkoperasian Bersama Dekopinda Kabupaten Banyumas & Bp Subijakto Tjakra Werdaja

Senin, 9 Juli 2018 Dekopinda Kabupaten Banyumas menyelenggarakan “Diskusi Perkoperasian” yang dihadiri oleh Bp Subijakto Tjakra Werdaja yang juga Ketua Umum Yayasan Damandiri, Jakarta.  Agenda tersebut berlangsung pukul 10.30 WIB di RM Mang Engking, Pabuaran Purwokerto. Tercatat beberapa gerakan koperasi di lingkungan Banyumas menghadiri agenda tersebut, antara lain: Dekopinda Kab. Banyumas, KPRI SEHAT RSMS, KPRI NEU RSU Banyumas Kopkun KUD Tani Maju, KUD Aris Banyumas,  KUD Kebasen, KUD Bumirejo Somagede, KUD Pekuncen, KUD Rukun Tani, KUD Mekar Tani.

Dalam sambutannya, p Naryo ketua KUD Aris Banyumas mengapresiasi pertemuan tersebut.  Karena
beliau tetap percaya bahwa koperasi masih mempunyai harapan untuk menjadi symbol ekonomi rakyat. “Yang kita butuhkan sekarang adalah  motivasi dan keyakinan  dari segenap pelaku koperasi untuk tetap konsisten dalam memajukan koperasi” ungkap salah satu tokoh koperasi di Banyumas tersebut di akhir paparannya.

Koperasi Indonesia berbeda dengan koperasi yang berkembang di luar negeri” papar  Bp Subijakto di awal diskusinya. Meskipun
secara prinsip hampir sama dengan apa yang digariskan organisasi koperasi dunia, ICA (International Cooperation Alliance). Salah satu faktornya adalah bung Hatta menyesuaikan koperasi dengan dengan kearifan budaya di negara kita. Jika koperasi luar negeri berlandaskan pada faham individualisme (hanya mengakui hak individu) atau collectivism (kepemilikan bersama dengan tidak mengakui hak individu) koperasi Indonesia berlandaskan Pancasila dengan faham kekeluargaan.

Koperasi indonesia berada diantara kedua aliran dunia diatas dengan (1)mengakui hak individu, (2)
dalam hak individu terdapat hak orang lain (collective).  Pengakuan ini berujung pada keberadaan koperasi indonesai yang ikut peduli terhadap permasalahan sosial di masyarakat, yaitu kemiskinan. Saat ini banyak masyarakat indonesia, khususnya di daerah pedesaan yang terancam kemiskinan. Untuk itu akan sangat tepat jika koperasi indonesia berada di garda depan dalam mengentaskan kemiskinan. “Caranya adalah dengan mengumpulkan orang miskin, melakukan pendidikan dan pendampingan sehingga mereka mampu mandiri dan terentaskan dari garis kemiskinan”,  kata mantan Menteri Koperasi di Era 90-an tersebut.


Di sesi diskusi, beberapa peserta memberikan pertanyaan, masukan dan gambaran kondisi koperasi
banyumas saat ini. Menanggapi hal tersebut Bp Subijakto berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk mencari solusi terbaik. “Karena sampai saat ini saya percaya bahwa koperasi merupakan satu-satunya solusi bagi masyarakat Indonesia. Untuk kita harus bersatu, mengoptimalkan segala kemampuan demi kemajuan koperasi Indonesia”.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template