Home » , , , , , , , » Ketika Kader Koperasi Melibat di Perhelatan Akbar “OffRoad”

Ketika Kader Koperasi Melibat di Perhelatan Akbar “OffRoad”




Ketika Kisah Bermula
 Purwokerto  tidak saja menjadi kota  yang penuh sejarah, namun  juga kota  penuh  dinamika dan prestasi. Kali ini, lagi-lagi Purwokerto membuat sejarah baru dari dunia otomotif, yaitu sukses menggelar event akbar bertajuk “Bhayangkara OffRoad”. Berbagai media lokal, nasional dan international pun meliput agenda ini, tidak ketinggalan CNN.
 Pegelaran event  ini sangat  layak diapresiasi, sebab ini bukan  hanya tentang  sebuah pegelaran,  tetapi  men-simbolkan  banyak  hal  yang  mendatangkan multiplier  effect, baik  bagi  peserta, penyelengara,  para  peng-hobby  otomotif  dan  tidak  ketinggalan Pemkab  Banyumas. Event semacam ini tentu  efektif sebagai salah satu  media meng- campaign  Kab.  Banyumas,  khususnya  pariwisata.  Hal  ini  juga  bisa  menjadi  jalan masuk bagi kepentingan besar  lainnya, termasuk dalam hal investasi.
Ini merupakan karya  kolektif hasil dari ragam peran   yang   saling  mendukung  dari  berbagai pihak. Event ini tidak saja menjadi sebuah kebanggan karena  baru pertama kali tergelar se- akabar  ini di Purwokerto, tetapi menjadi sejarah awal  dan  pembelajaran  yang  luar  biasa, khususnya     tentang   sinergitas   yang    terbalut dalam  kebersamaan multi  pihak”,  ungkap  Bung Andi  merendah. Tak puas dengan  jawaban singkat  dari Sang Ketua Panitia, Redaktur semakin  penasaran   dan  mencoba  lebih  guna  mendapati  detail  perjuangan  panitia hingga mencapai titik amazing.  Namun, kali ini redaktor  men-coba mendapati peran yang  dimainkan  oleh  Sang  ketua   panitia,  yang  kebetulan  kesehariannya  adalah menjadi manager  salah satu unit usaha di lingkungan KPRI SEHAT RSMS.
Ini memang  tidak ada relevansinya dengan pekerjaan beliau di kedinasan, namun  redaktur melihat ada  sisi lain yang menjadi titik perhatian ketika mengetahui Bung Andi berposisi ketua dari paguyuban   komunitas   jeep   Purwokerto.    Ini sebuah   kiprah   yang   benar-benar   baru    dari seorang kader koperasi yang selama ini lekat dengan    urusan-urusan   mendasar.   Melibatnya beliau dalam sebuah pegelaran akbar  semacam Offroad sangat layak di apresiasi sebab hal  ini  jauh  dari  jangkauan  rutinitas  dan  kebiasaan  pegiat  koperasi  pada umumnya.   Namun  satu   hal  yang  menjadi  entry  poin-nya  adalah  pilihan  aktivitas berbasis hobby yang ditekuni beliau  mewakili  kekinian  zaman  dan  modernisasi. Hal ini sangat relevan  dengan  thema  modernisiasi  yang tengah  di gagas  oleh  gerakan koperasi  agar  seksi  di kalangan  kaum  muda,  khususnya  generasi  milenial  Genmil).
Melibatnya Bung Andi di event  ini menjadi inspirasi bahwa  pendekatan hobby   bisa menjadi  titik masuk  ke kalangan  Genmil  yang hari  ini suka  dengan  hal-hal  modern dan menghibur. Lebih dari itu, hal ini juga benar-benar jauh dari jangkauan siapapun dan  pasti  membuka  mata   semua orang  koperasi  dan  bahkan   siapa  saja  bahwa sepanjang tekun mendalami sesuatu akan  bertemu  hasil luar biasa”, ungkap  salah satu rekan kerja Bung Andi yang dikenal getol meng-campaign koperasi.
Sekilas Mengenal dan Mengintip Kiprah Bung Andi di Pegelaran Bhayangkara Offroad
Lugas  dan  komunikatif.  Itulah  kesan   kuat  tentang   sosok  bernama  lengkap  Andy Kurniwan. Bapak dua  anak  ini lahir di Tegal, 10  Maret 1975. Sejak usia belia, Bung Andi    sudah   memeiliki  ketertarikan  dengan   dunia  otomotif  dan  berusaha  meng- akrabinya secara otodidak dan mulai bisa mengendarai roda 4 (empat)  sejak kelas 6 (enam)  SD.  Dulu  Bapak  dulu  biasa  membawa  pulang  mobil  ambulan,    karena penasaran,  diam-diam   saya  ambil  kuncinya  dan  mulai  belajar  maju  mundur   di garasi...sampai akhirnya bisa membawa mobil”, kenangnya sambil tertawa.
Tahun 1996, beliau   sempat mencicipi kerasnya hidup di Jakarta  dengan  bekerja di Pabrik  Toshiba  sebagai  Engineering,  Research & Development.  sebagai  Auditor  ISO 14.000 (Environment) &   ISO 9000 (Quality) menjadi posisi terakhirnya pada perusahaan milik Jepang  ini. Selanjutnya,  beliau  mencoba  nyalinya  di dunia  usaha sebagai   General Supplier & Construction di kawasan Bekasi Tahun 2007. Bertahan setahun, kemudian tahun  2008 memutuskan hijrah ke kota Mendoan  dan menjalani profesi baru sebagai salah satu  manager  di lingkungan KPRI RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto.
Padatnya aktivitas di dunia kerja tidak membuatnya melupakan hobi yang selama ini ditekuninya. Kecintaanya terhadap otomotif, khususnya jenis 4x4  menjadi inspirasi untuk    bergabung    ke   dalam   Komunitas   Banyumas   Jangkrik   Comunity   (BJC). Keterlibatan dalam komunitas ini kemudian menjadi jembatan komunikasi dengan sesama  penggemar mobil 4x4  se- Barlingmascakeb, termasuk berinterkasi dengan para leader dari berbagai komunitas jeep.

Orang biasa yang didaulat memimpin orang-orang Luar Biasa
Menjelang  medio  2018, sejarah  baru  terbentuk di dunia  otomotif  khususnya  komunitas  jeep  .   Kalau selama ini 8 (delapan) komunitas Jeep yang ada cenderung   berjalan    sendiri-sendiri    dan    bahkan sangat   jarang  berkomunikasi.  Delapan  komunitas jeep  ini  merupakan organisasi  non  formal  dengan kebijakan   dan   aktivitas   yang   berbeda.  Minimnya komunikasi   antar    komunitas   menyebabkan   satu sama  lain tidak saling mengenal”, ungkap Bung Andi.
keinginan kuat mempersatukan komunitas pun menjadi  inspirasi     terselenggaranya  perkumpulan yang diikuti para  Leader Komunitas Jeep.  Tercatat 8 (delapan)  Leader  komunitas  berhasil  dikumpulkan  : BJC (Banyumas  Jangkrik  Comunity),  TDI  (Taft  Diesel  Indonesia),  TLCI  (Toyota  Land Cruiser  Indonesia),  SKIN  (Suzuki  Katana  Indonesia),  SJI  (Suzuki  Jeep  Indonesia), Kimcil (Komunitas Jeep Cilongok), Teratai (Komunitas Jeep Sumpyuh – Sampang), dan PJA (Persatuan Jeep Assosiation/American Jeep).
Pada  pertemuan ini, Bung Andi berperan sebagai moderator  sekaligus mediator dan memulainya  dengan  memperkenalkan  satu  sama  lain  agar  suasana kebersamaan pun mulai terbangun . Setelah melalui diskusi panjang, terbangun kesepakatan membentuk   satu  paguyuban komunitas Jeep  4x4  (For while Drive) yang fungsinya memayungi semua komunitas jeep di wilayah Banyumas. Paguyuban ini pun di beri nama BARA.
Hal yang mengejutkan bagi Bung Andi adalah saat  di dapuk sebagai ketua paguyuban. Awalnya  beliau  menolak  karena   penunjukannya  dianggap  melanggar  kelaziman. Dalam pandangan beliau,  seorang leader komunitas jeep idelanya berasal dari orang berpengaruh, bukan  orang  biasa  seperti dirinya.  Intinya,  beliau  tidak  percaya  diri kalau  harus   memimpin  orang-orang     hebat   dan   bertalenta  luar  biasa.  Namun demikian,  kuatnya dorongan segenap peserta membuatnya luluh. Alhirnya, beliau pun bersedia  dengan   satu   syarat,  yaitu  diberi  kebebasan berkreasi  dalam  mengelola manajemen  BARA”.  Ternyata  syarat  itu  disanggupin  segenap  peserta  rapat   dan akhirnya “orang biasa” itu pun mulai memimpin paguyuban Bara di Banyumas.


Kiprah Kepemipinan-pun Bermula
Langkah  pertama yang  dilakukan  adalah  melegalkan  kelembagaan.  Terhitung  per 7 Juni 2018 SK Notaris yang disahkan Pengadilan Negeri Banyumas terbit dengan  nama Paguyuban  BARA  4x4.  Sebagai  sebuah lembaga,  struktur  organisasi  pun  terbentuk dan  komunikasi intensif pun  dilakukan  untuk  meng-konsolidasikan  segala potensi yang mungkin di mobilisasi.  “Kopdar”, demikian istilah yang sering digunakan untuk pertemuan  itu,     dilakukan  setiap  bulan  bertempat  di  masing-masing  anggota komunitas secara bergantian. Hal ini dilakukan agar  masing-masing lebih mengenal dan lebih akrab
Kopdar II yang tergelar di PTPN Krumput berhasil memunculkan ide baru  super  gila, yaitu  membuat event  berskala nasional  dengan  konsep  offroad bernuansa wisata. Sadar bahwa menggelar even besar  tidak semudah yang dibayangkan, pro-kontra pun terjadi. Ada beberapa keraguan yang mengedepan, antara lain :  (i) Estimasi anggaran mencapa 200  juta rupiah; (ii) Secara  financial tidak memungkinkan karena  saat  itu BARA sama  sekali tidak memiliki kas dan; (iii) Komunitas belum memiliki pengalaman untuk menggelar even resmi, apalagi berskala nasional.
Pandangan pesimisme ini pun  coba  di diskusikan. Sang  Ketua  mencoba membangkitkan semangat kebersamaan dan meyakinkan peserta bahwa menggabungkan semua potensi segala sesuatu menjadi mungkin. Untuk lebih meyakinkan   peserta,  sang   ketua   pun   ber-testimoni   seputar  kisah   salah   satu komunitas serupa  di Jawa tengah  yang bubar  karena  team  terlalu  bergantung pada satu   figur  karena   tidak  digawangi  satu   sistem  kerja  yang  memberdayakan  dan menjaga irama kerja.  menerapkan sistem saham atau  simpanan wajib tiap individu sebagai modal awal” adalah gagasan yang kemudian coba  beliau tawarkan.  Saya percaya Leader yang kuat adalah yang bisa membentuk team yang kuat dan mengoptimalkan semua potensi bersama, dan  saya  yakin BARA  bisa mewujudkan itu”, tegas beliau kala itu.
Upaya ini membuahkan hasil, saat  keputusan diambil, dari 90% setuju  mengadakan even  nasional.  Hebatnya  lagi, dalam  waktu  singkat  sebanyak  Rp 42  juta  terkumpul dari partisipsi segenap anggota.  Namun,   Jalan panjang menuju even nasional masih jauh  dari  selesai,  sebab  proyeksi  total  pegelaran  event   di  angka   Rp  200   juta. Sementara itu,     pendapatan registrasi peserta di proyeksikan sebesar Rp 90  juta. Dengan demikian, masih kurang   sebesar 70 juta.
Ditengah kepusingan luar biasa, “team ngamen”  beranggotakan 4 (empat)  orang pun dibentuk  dengan   tugas  utama   mencari  donatur   atau   sponsorship.  Proposal  pun dibuat semenarik mungkin sebagai bekal “team  ngamen”  meng-campaign agenda akbar  ini. Beberapa pengusaha pun  disambangi dan  tidak ketinggalan jaringan dan akses yang dimiliki oleh segenap anggota.   Langkah ini menuai sukses dan  berhasil memperoleh sekitar Rp 80 juta. Keberhasilan ini pun membangun keyakinan kolektif segenap anggota  BARA,  walau tak  dipungkiri sebagian sempat pesimis dan  bahkan minir.

Pegelaran Event Akbar itu pun Tiba
Kalau  urusan  dana  sudah  selesai,  maka  kini team BARA  akan  menguji kekompakan dan  kecanggihan mereka   dalam  menggelar  sebuah  event   ber-skala nasional.  Semua  lini bekerja  saling  bahu membahu untuk mengamankan pegelaran  even terbesar yang pernah   ada  dilingkungan  oleh  komunitas  jeep  4x4 Banyumas.
Acara pun  digelar selama 2 (dua) hari, yaitu Sabtu- Minggu, 21-22 Juli 2018.      Kapolres, Bupati Banyumas, dan  Komandan  Distrik  Militer (Dandim) Banyumas hadir membuka  acara  secara bergantian. Konsep yang digunakan memadukan offroad dan wisata dimana peserta diajak berpetualang di salah satu kawasan wisata andalan banyumas, yaitu Baturaden.    Peserta  disuguhkan  3  (tiga)     pilihan menu,  yaitu;  Kelas Ekstreem,  Light Ekstreem  dan  Relli Wisata.  Tawaran ini sukses menarik minat 400  (empat  ratus)   offroader  se-Jawa. Angka ini melebihi target  awal sebesar 300  peserta.   3  (tiga)   hadiah grand  prize berupa  motor  sukses juga ikut memantik minat para off roader untuk terjuk ke lintasan. (Serunya even BOM BARA bisa dilihat di https://youtu.be/R07Gur9ig2M )
Sukses  Besar”, itulah kalimat   singkat yang tepat  menggambarkan pegelaran event ini dan  berharap event  serupa  bisa  di gelar  kembali.  Ini  capaian  fantastic  tentunya. Hal inipun mengundang kepenasan redaktur  untuk menelisik faktor kunci suksesnya. “Ini hasil kerja team dan bukan oleh saya sendiri. Saya bahkan  tidak menyangka  akan sesukses  ini  dimana  Every Body  Happy.  Daya  dukung  Muspida  Banyumas   dan jajarannya, Daya dukung  Kapolres Banyumas  dan  perkenannya menjadikan agenda ini bagian dari rangkaian HUT Bayangkara,  supporting para  sesepuh off roader  dan peran  optimal nan keren dari segenap anggota  BARA”, ungkap Bung Andi
Tidak ada  strategi khusus,  kami hanya  mengoptimalkan komunikasi dari hati ke hati sehingga   semua  merasa  menjadi  bagian  dari  pegelaran  event.   Semua   telah memainkan  perannya  masing-masing  secara smart.   Saya  juga  kaget  dan  sangat apresiate atas  kontribusi salah satu  dokter ternama di Purwokerto yang mempersilahkan  beberapa properti  pribadinya  berupa  villa,  motor  Harley Davidson, dan Jeep merk ternama untuk kelancaran dan menambah kemegahan pegelaran”, tambah beliau.
Event ini juga berhasil menarik perhatian para  pewarta  lokal, regional, nasional dan bahkan  international.  Sekelas media CNN meliput pun ikut meliput acara  ini. Event ini juga telah meng-inspirasi  beberapa komunitas jeep dari daerah lain untuk menggelar acara  serupa  dengan  konsep yang dijalankan BOM BARA pada event ini.

Penghujung
 Karya brilian yang merupakan buah  kekompakan telah berhasil mencetak sejarah baru di dunia otomotif Purwokerto.  Saling bahu  membahu dan mengembangkan partisipasi yang terkonesksi sinergis satu  sama  lain terbukti mengubak  kata “im-possible menjadi possible”. “Saya banyak belajar tentang  ke-kita-an di lingkungan koperasi dan  ternyata  semangat ini bisa dibawa ke ruang manapun,   tidak   terkecuali   ke    ruang    hobby berbasis komunitas seperi jeep 4x4 ini”, pungkas beliau dalam wawancara  eksklusif yang di gelar oleh manajemen siSehat.

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Testimoni

Salut dengan artikel-artkel yang dimuat dalam kolom SiSehat, benar-benar dapat memberikan inspirasi, motvasi dan semangat bagi gerakan koperasi yang seringkali bernada minir. (Djabaruddin Djohan - Pemikir Koperasi Indonesia)

Kunjungan Internasional

 
Support : Copyright © 2013. SiSehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template